Anak yang Menggugat Ibu Rp 1,8 M Diminta Menghadirkan Saksi

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengugat Handoyo Andianto (kiri) mengikuti sidang ketujuh dengan agenda pembuktian berkas dari kedua pihak di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, 30 Maret 2017. Dalam kasus perdata utang piutang sebesar Rp41,5 juta pada tahun 2001 dengan tergugat Siti Rokayah (85) alias Amih, yang juga ibu kandung istri Penggugat, Yani Suryani, dengan gugatan senilai Rp 1,8 miliar. ANTARA FOTO

    Pengugat Handoyo Andianto (kiri) mengikuti sidang ketujuh dengan agenda pembuktian berkas dari kedua pihak di Pengadilan Negeri Garut, Jawa Barat, 30 Maret 2017. Dalam kasus perdata utang piutang sebesar Rp41,5 juta pada tahun 2001 dengan tergugat Siti Rokayah (85) alias Amih, yang juga ibu kandung istri Penggugat, Yani Suryani, dengan gugatan senilai Rp 1,8 miliar. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Bandung - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Garut meminta penggugat kasus perdata utang piutang anak kepada ibu dapat menghadirkan saksi pada persidangan berikutnya di Pengadilan Negeri Kabupaten Garut, Jawa Barat.

    "Kita sudah sama-sama sepakat untuk menghadirkan saksi di sidang berikutnya," kata Ketua Majelis Hakim, Endratno Rajamai, SH saat sidang lanjutan kasus gugatan anak kepada ibunya terkait utang piutang di Pengadilan Negeri Garut, Kamis 6 April 2017.

    Baca: Bupati Purwakarta Kritik Anak Gugat Ibu: Kasih Sayang Kok Dipaket

    Hakim juga meminta kepada tergugat untuk menghadirkan saksi dalam persidangan berikutnya, sebelum pengadilan menetapkan keputusan kasus perdata tersebut. Agenda sidang ketujuh tersebut menghadirkan tergugat kedua Asep Rohendi. Sedangkan tergugat pertama Siti Rokayah, 83, serta anak dan menantu yang menggugat ibunya tidak hadir dalam persidangan tersebut.

    Sidang tersebut masih membahas pembuktian dari kedua belah pihak penggugat yakni Handoyo Andianto dan Yani Suryani serta dari tergugat Siti Rokayah dan Asep Ruhendi. Usai pemeriksaan bukti dalam persidangan itu, Hakim langsung menanyakan kesiapan dari kedua belah pihak untuk menghadirkan para saksi pada sidang selanjutnya.

    Baca: Gugat Ibu Rp 1,8 M, Anak: Kalau Menang, 50 Persen Dikasih ke Ibu

    "Majelis berikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk mendatangkan saksi, jika tak akan ada, majelis menerima," katanya.

    Hakim juga berharap penggugat maupun tergugat dapat hadir pada persidangan pekan depan agar kasus perdata anak dan ibu dapat segera diselesaikan. "Majelis sudah bermusyawarah, menetapkan sebelum mendengar saksi di sidang selanjutnya, majelis meminta supaya penggugat satu, tergugat satu dan dua untuk hadir," kata Endratno.

    Baca: Ibu Digugat Anak, Pengakuan Anak yang Lain Ungkap Kebenarannya

    Kasus perdata ke persidangan itu terkait utang piutang Rp 41,5 juta pada 2001. Kemudian penggugat melakukan gugatan utang ke pengadilan dengan besaran utang menjadi Rp 1,8 miliar.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Korban dan Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

    Kepolisian menyebut enam orang menjadi korban ledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan. Pelaku pengeboman mengenakan atribut Gojek.