Puluhan Finalis Puteri Indonesia 2017 Sambangi KPK, Ada Apa?  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Reno Esnir

    ANTARA/Reno Esnir

    TEMPO.CO, Jakarta - Finalis ajang kecantikan Puteri Indonesia 2017 mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebanyak 38 peserta ajang kecantikan tahunan itu menjalani penyuluhan antinarkoba dari pihak KPK.

    "Itu kegiatan bersama dengan program Saya Perempuan Antikorupsi (SPAK)," ucap juru bicara KPK, Febri Diansyah, saat dikonfirmasi, Senin, 27 Maret 2017.

    Febri berujar, para wanita cantik itu dipandu Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan selama kegiatan di kantor lembaga antirasuah.

    Baca juga: Sidang E-KTP: Bakal Dikonfrontir Penyidik KPK, Miryam Sakit

    Tiba sekitar pukul 11.30 WIB, para finalis Puteri Indonesia turun dari dua bus dan bergiliran masuk ke KPK. Semuanya kompak memakai setelan serbaputih lengkap dengan selempang nama provinsi di Indonesia yang diwakili.

    Para finalis Puteri Indonesia itu tak enggan memberi senyum dan lambaian tangan setibanya di KPK. Sebelum mereka, pengurus Yayasan Puteri Indonesia tiba lebih dulu tanpa sempat diwawancarai wartawan.

    Baca juga: Pramuka Makan Tanpa Alas, Kwarcab Kabupaten Tangerang Akui Salah

    Saat ditanyai Tempo seputar rencana kegiatan di KPK, salah satu finalis dengan selempang bertuliskan Bengkulu hanya tersenyum dan berjalan masuk ke gedung. "Nanti, ke dalam dulu," ujarnya.

    YOHANES PASKALIS



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.