Menteri Pendidikan: Literasi Indonesia Tertinggal 4 Tahun

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy. TEMPO/M. Iqbal Ichsan

TEMPO.CO, Malang - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengemukakan budaya membaca (perbukuan) dan literasi masyarakat Indonesia tertinggal empat tahun dibandingkan dengan negara lain.

"Kemampuan literasi kita jauh tertinggal dengan negara lain. Oleh karena itu harus kita kejar agar tidak tertinggal lebih jauh lagi," kata Muhadjir saat memberikan sambutan pada Uji Publik Rancangan Undang Undang (RUU) Sistem Perbukuan 2017 di Teater Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) di Malang, Jawa Timur, Rabu, 22 Maret 2017.

Baca juga: Waktu Baca Masyarakat Indonesia Hanya 2-4 Jam Per Hari

Ketertinggalan empat tahun negeri ini dari negara lain dalam hal literasi digambarkan Menteri Muhadjir dengan literasi atau kemampuan membaca siswa SMA kelas 3 (kelas XII) di Indonesia sama dengan siswa kelas 2 SMP (kelas 8) di sejumlah negara. Bahkan, di sekolah daerah tertentu, hingga mahasiswa masih belum mampu membaca dengan lancar.

Oleh karena itu, lanjut Muhadjir, masalah perbukuan atau literasi tersebut sangat mendesak dan harus diluruskan dan harapannya RUU Sistem Perbukuan segera disahkan.

Uji Publik RUU Sistem Perbukuan yang digelar di UMM Dome dihadiri Tim Panitia Kerja RUU Sistem Perbukuan Komisi X DPR RI, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan kebudayaan, pakar hukum, dan akademisi.

Simak pula: Kepala Perpustakaan Nasional: Budaya Baca Tak Rendah, tapi..

"Kami telah melakukan serangkaian kegiatan terkait RUU ini di beberapa lokasi, di antaranya kegiatan membaca 16.000 murid di Banyuwangi dan rapat musyawarah perpustakaan nasional di Denpasar," kata mantan Rektor UMM tersebut.

Menurut Muhadjir, RUU Sistem Perbukuan ini menjadi pertanda bangsa Indonesia telah menyadari pentingnya buku dan membaca untuk memperkokoh bangsa menuju Indonesia lebih baik. Ketertinggalan yang saat ini dialami bangsa Indonesia harus dikejar dengan RUU tersebut dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi seluruh wilayah di Indonesia.

Guna mendukung dan mempercepat budaya literasi tersebut, katanya, Kementerian Pendididkan dan Kebudayaan akan membangun budaya literasi dari wilayah pinggiran, melakukan gerakan literasi dan membaca, membagi buku ke wilayah tertinggal atau 3T, yakni daerah terluar, terdepan, dan tertinggal hingga waqaf buku.

Lihat juga: Menteri Muhadjir: Indeks Pendidikan Meningkat 0,82 Poin

Hanya saja, kata Menteri Muhadjir, bangsa Indonesia ini menghadapi problem rumit, yakni disparitas antardaerah terlalu jauh. Ada siswa SMA, bahkan mahasiswa tidak bisa merangkai kalimat dengan benar atau membuat konstruksi kalimat dengan benar.

Oleh karena itu, ujar Muhadjir, kebijakan afirmasi ini harus digencarkan karena kondisi dan wilayah negeri ini berbeda (tidak sama). "Harapan kami, pada tahun ini persoalan-persoalan disparitas literasi dan kemampuan siswa di seluruh Tanah Air bisa merata dan tuntas," katanya.

ANTARA






Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

13 jam lalu

Jokowi Bakal Utus Tenaga Kesehatan Bantu Korban Banjir Pakistan

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyebut banjir Pakistan telah memaksa kurang lebih 800 ribu warga mengungsi.


Pimpin Pemakaman Azyumardi Azra, Menteri Muhadjir Effendy: Kami Sulit Bertemu

6 hari lalu

Pimpin Pemakaman Azyumardi Azra, Menteri Muhadjir Effendy: Kami Sulit Bertemu

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memimpin upacara pemakaman Ketua Dewan Pers Azyumardi Azra.


Menko PMK Muhadjir Effendy Akan Pimpin Pemakaman Azyumardi Azra di TMP Kalibata

7 hari lalu

Menko PMK Muhadjir Effendy Akan Pimpin Pemakaman Azyumardi Azra di TMP Kalibata

Prosesi pemakaman Azyumardi Azra akan dipimpin oleh Menko PMK Muhadjir Effendy


6 Tempat Wisata Rekomendasi di Malang, Mau Alam atau Buatan?

7 hari lalu

6 Tempat Wisata Rekomendasi di Malang, Mau Alam atau Buatan?

Dari mulai wisata pegunungan, pantai hingga tempat wisata hits, Malang memilikinya.


Perjuangan Anak Mamboro Seberangi Sungai yang Dihuni Buaya untuk Belajar Baca

11 hari lalu

Perjuangan Anak Mamboro Seberangi Sungai yang Dihuni Buaya untuk Belajar Baca

Sejumlah anak SMPN 1 Mamboro, Kabupaten Sumba Tengah, NTT nekat menyeberangi kali yang dilintasi buaya hanya untuk belajar membaca


Pentingnya Literasi dan Membaca untuk Hidup Berkualitas

15 hari lalu

Pentingnya Literasi dan Membaca untuk Hidup Berkualitas

Memperbanyak literasi dengan membaca akan membuat otak lebih aktif sehingga proses belajar menjadi lebih mudah.


Manfaat Suka Membaca Buku dari Psikolog UI: Emosi Lebih Tenang

15 hari lalu

Manfaat Suka Membaca Buku dari Psikolog UI: Emosi Lebih Tenang

Orang yang jarang membaca dan tidak menggunakan otak di usia tua mengalami tingkat penurunan mental 48 persen lebih cepat daripada yang gemar membaca.


Sederet Manfaat Gemar Membaca Menurut Psikolog

16 hari lalu

Sederet Manfaat Gemar Membaca Menurut Psikolog

Psikolog mengatakan gemar membaca juga akan berdampak positif pada kehidupan sosial. Sesuaikan pula jenis bacaan dengan usia.


Psikolog Bagi Tips Tumbuhkan Minat Membaca Anak

16 hari lalu

Psikolog Bagi Tips Tumbuhkan Minat Membaca Anak

Tumbuhkan minat baca pada anak dengan memberikan contoh dan memperlihatkan kebiasaan membaca di depan anak.


45 Pelaku Balap Liar Ditangkap Polisi Malang, Perlu Street Race?

35 hari lalu

45 Pelaku Balap Liar Ditangkap Polisi Malang, Perlu Street Race?

Pelaku balap liar mendorong motor sejauh 10 km menuju Kantor Polresta Malang Kota. Street race diadakan untuk mengurangi balap liar.