Lulung Sesalkan Pemecatannya dari PPP Diangkat ke Media

Reporter

Abraham Lunggana, alias Lulung menjelaskan posisinya usai pemecatan oleh Dewan Pimpinan Pusat PPP Djan Faridz, di gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta, 14 Maret 2017. TEMPO/Yohanes Paskalis

TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung menjelaskan alasannya mengumpulkan awak media setelah resmi dipecat PPP kubu Djan Faridz. Menurut dia, klarifikasi dibutuhkan demi menjaga nama baiknya.

"Ini kredibilitas. Saya sebenarnya berpikir ini urusan internal, kenapa diangkat ke media. Karena teman-teman (wartawan) minta, jadi saya klarifikasi," ucap Lulung di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa, 14 Maret 2017.

Baca juga:
Lulung Dipecat, Djan Faridz: Kita Doakan Dia Masuk Surga

Lulung menanggapi kabar pemecatannya sebagai hal lucu. Selain itu, dia mempertanyakan keabsahan tindakan Djan yang memecatnya dari keanggotaan PPP.

Kubu Djan, ujar Lulung, tak berhak memecat kader lantaran tak memiliki surat keputusan (SK) yang dikeluarkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Surat keputusan tentang Pengesahan Susunan Personalia Dewan Pimpinan Pusat PPP Masa Bakti 2016-2022 yang dikeluarkan pada April 2016 itu kini dipegang PPP kubu Romahurmuziy. "Dia (Djan) tak bisa memberhentikan saya karena tak punya legitimasi surat keputusan," tuturnya.

Baca pula:
Ingin Selamatkan Partai, Lulung: Saya Mau Jadi Ketua Umum PPP

Lulung pun beranggapan, sikap DPP PPP kubu Djan kini tak sesuai dengan asas yang diusung partai berlambang Kakbah itu. Dia mengaku akan membela PPP. Ia bahkan menyatakan niatnya menjadi ketua umum. "Sebenarnya istri saya bilang, 'Sudahlah, keluar saja, ngapain di partai,' Tapi saya pejuang," kata Lulung.

Djan Faridz sebelumnya menyatakan pemecatan itu dilatarbelakangi pelanggaran terhadap Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga PPP.

Lulung dan sejumlah politikus PPP lain dinilai menyalahi aturan karena mendukung pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam pemilihan Gubernur DKI 2017. Adapun PPP kubu Djan saat ini mendukung Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Terkait dengan perbedaan itu, Lulung masih bersikukuh mendukung Anies-Sandiaga. Dia bahkan berencana turun ke lapangan pada putaran kedua pilkada DKI 2017. "Saya akan road show kepada umat untuk Anies-Sandiaga," ucapnya.

YOHANES PASKALIS

Video Terkait:
Dipecat dari PPP, Lulung: Ini Lucu-lucuan Saja






Majelis Warga Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024

3 hari lalu

Majelis Warga Deklarasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024

Majelis Warga deklarasikan Anies Baswedan untuk jadi Capres 2024.


Menjelang Pemilu 2024, Kenali Istilah Elektabilitas dalam Politik

3 hari lalu

Menjelang Pemilu 2024, Kenali Istilah Elektabilitas dalam Politik

Elektabilitas menjadi perbincangan menjelang pemilu 2024. Apa makna sebenarnya?


Koalisi Partai Politik, Apa Tujuan dan Pengaruhnya?

7 hari lalu

Koalisi Partai Politik, Apa Tujuan dan Pengaruhnya?

Pembentukan koalisi partai politik dilakukan dengan segala pertimbangan politis


Partai Politik Sibuk Cari Capres 2024, Anies Baswedan: Enggak Ada yang Genit-genit

9 hari lalu

Partai Politik Sibuk Cari Capres 2024, Anies Baswedan: Enggak Ada yang Genit-genit

Anies Baswedan menyatakan sangat menghormati proses diskusi soal calon presiden 2024 yang sedang dilakukan partai politik.


Anies Baswedan Sebut Partai Sedang Serius Pikirkan Capres 2024

9 hari lalu

Anies Baswedan Sebut Partai Sedang Serius Pikirkan Capres 2024

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut partai politik sedang berproses menentukan calon presiden 2024.


Hadiri Mukercab PPP, Anies Baswedan Akan Bahas Capres 2024 Usai Lengser

9 hari lalu

Hadiri Mukercab PPP, Anies Baswedan Akan Bahas Capres 2024 Usai Lengser

Hasil musyawarah kerja cabang kesatu DPC PPP Provinsi DKI Jakarta merekomendasikan Anies Baswedan sebagai Capres 2024.


Anies Baswedan Bicara Siap Tarung Pilpres 2024, Belum Ada Panggilan Partai Politik

16 hari lalu

Anies Baswedan Bicara Siap Tarung Pilpres 2024, Belum Ada Panggilan Partai Politik

Anies Baswedan mengaku belum ada partai politik yang memanggil atau mengusung untuk menjadi calon presiden pada Pemilihan Umum 2024.


Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan: Biarkan Partai Bentuk Koalisi

17 hari lalu

Soal Pilpres 2024, Anies Baswedan: Biarkan Partai Bentuk Koalisi

"Kalau ada yang mengusung, kami lihat. Kami tunggu nanti," kata Anies Baswedan ihwal kesiapannya maju di Pilpres 2024


KPK Dorong Kenaikan Dana Partai Politik

18 hari lalu

KPK Dorong Kenaikan Dana Partai Politik

KPK menilai peningkatan bantuan dana partai politik bisa mencegah terjadinya korupsi. Ongkos politik untuk menjadi kepala daerah di Indonesia, besar.


Anies Baswedan Bilang Siap Capres 2024 di Singapura, di Jakarta Hanya Acungkan Jempol

19 hari lalu

Anies Baswedan Bilang Siap Capres 2024 di Singapura, di Jakarta Hanya Acungkan Jempol

Anies Baswedan ogah mengomentari soal pemilihan presiden (Pilpres) 2024 kepada wartawan Indonesia.