Kisruh Jenazah Nenek Hindun,Lukman: Saya Tak Bisa Menindak Takmir

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengurus Masjid Al Jihad Karet, Setiabudi, Jakarta Pusat membentangkan spanduk anti mensalati umat Islam yang terang-terangan mendukung penista agama pada Jumat, 24 Februari 2017. Tempo/Avit Hidayat

    Pengurus Masjid Al Jihad Karet, Setiabudi, Jakarta Pusat membentangkan spanduk anti mensalati umat Islam yang terang-terangan mendukung penista agama pada Jumat, 24 Februari 2017. Tempo/Avit Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Agama tak hanya merespon kabar penolakan salat jenazah terhadap Nenek Hindun, tetapi juga dorongan agar dirinya menindak takmir masjid Al Mu'minun yang disebut menolak salat itu. Ia berkata, hal itu bukan wewenangnya.

    "Menteri Agama tidak dalam posisi untuk melakukan tindakan seperti menegur takmir masjid apalagi memberi sanksi," ujar Lukman saat ditanyai di Istana Kepresidenan, Senin, 13 Maret 2017.

    Baca : Menteri Agama: Rumah Ibadah Jangan Dijadikan Pemicu Konflik

    Sebagaimana telah diberitakan, beredar kabar Masjid Al Mu'minun, Karet, Jakarta Selatan enggan menyolatkan jenazah seorang nenek bernama Hindun. Dalam kabar yang beredar, disebutkan bahwa keengganan itu karena Hindun adalah pendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

    Dan, di saat bersamaan, ada spanduk penolakan salat jenazah terhadap pendukung Ahok-Djarot di dekat Masjid. 

    Kabar tersebut menjadi viral tanpa konfirmasi atau pendalaman lebih lanjut. Belakangan, keluarga dari Nenek Hindun membantah kabar bahwa tak adanya salat jenazah untuk nenek Hindun di Masjid akibat almarhumah memilih Ahok.

    Simak : Jenazah Nenek Hindun Tak Diurus Serius, Ini Jawaban Ketua RT

    Sebaliknya, karena saat itu pihak masjid menyarankan Salat Jenazah dilakukan di rumah mengingat waktu yang mendekati malam.

    Meski begitu, klarifikasi tersebut tak menahan respon masyarakat. Beberapa masih beranggapan bahwa klarifikasi keluarga Hindun didasari ketakutan. Malah, ada yang meminta pemerintah menindak Masjid terkait dan mencopot spanduknya.

    Lukman melanjutkan bahwa pencopotan spanduk itupun tidak bisa ia lakukan. Alasannya sama, hal itu tidak dalam kapasitas dia.

    Apa yang bisa ia lakukan, kata Lukman, adalah mengimbau publik agar tidak memperkeruh masalah salat jenazah dan rumah ibdah ini. Selain itu, mengajak masyarakat untuk tidak merespon kabar tersebut dengan konflik atau kekerasan.

    Baca juga : Densus 88 Bekuk Peracik Bom Bandung, Ini Sejumlah Barang Buktinya

    Ia memaklumi bahwa kabar tersebut berpotensi menjadi konflik di masa-masa menjelang Pilkada DKI Jakarta putaran kedua. Namun, hal itu tidak bisa dijadikan justifikasi.

    "Kemampuan saya adalah mengimbau semua pihak agar pilkada tidak dikotori oleh hal hal yg justru menimbulkan konflik di antara kita dengan alasan alasan agama. Jadi, agama harus digunakan untuk hal yg sifatnya promotif bukan konfrontatif, " ujarnya mengakhiri.

    ISTMAN MP


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kawhi Leonard Angkat Toronto Raptors Menjadi Juara NBA 2019

    Toronto Raptors, dimotori oleh Kawhi Leonard, mengalahkan Golden State Warrior dengan skor 114-100 di Oracle Arena, kandang Stephen Curry dan tim.