Ledakan Tabung BBM di SPBU Maros, Kondisi Korban Membaik  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana sepi terlihat di SPBU Cilincing 34-14203, 15 November 2016. Tiga pompa yang menjual solar terlihat masih terikat pita kuning polisi. TEMPO/Maria Fransisca

    Suasana sepi terlihat di SPBU Cilincing 34-14203, 15 November 2016. Tiga pompa yang menjual solar terlihat masih terikat pita kuning polisi. TEMPO/Maria Fransisca

    TEMPO.CO, Makassar - Enam korban ledakan tabung Pertamina di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Patung Kuda, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, pada Selasa lalu masih dirawat intensif di rumah sakit. Empat di antaranya dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar dan dua korban lain di Rumah Sakit Salewangan Maros.

    Salah satu korban ledakan, Sunardi, 18 tahun, yang bekerja sebagai operator, mengaku kondisinya sudah mulai membaik karena sudah bisa berbicara meskipun mukanya melepuh penuh dengan luka bakar. "Sudah agak membaik saya rasa karena sudah bisa duduk dan bicara," ucap pasien yang di rawat di kamar 2 Flamboyan Rumah Sakit Salewangan itu saat ditemui, Kamis, 9 Maret 2017.

    Baca: Ledakan Tabung SPBU Maros, Polisi Periksa CCTV Cari Penyebabnya

    Ia mengatakan saat kejadian, dia berdiri tepat di bibir tabung untuk membantu membersihkan penampungan PT Pertamina tersebut. Namun tiba-tiba terjadi ledakan dari dalam tabung sehingga mengeluarkan semburan api dan mengenai wajahnya. "Saat keluar semburan api, saya langsung kaget. Ternyata sudah terbakar sebagian tubuh saya, tapi saya tak terlempar. Jadi sempat ke rumah sakit dibonceng sama teman naik motor," tutur dia, yang mengaku baru delapan bulan kerja di SPBU ini.

    Meskipun kartu BPJS korban belum keluar sampai sekarang, kata Sudirman, kakak kandung Sunardi, biaya pengobatan akan ditanggung pihak perusahaan.

    Sedangkan Firman, 22 tahun, korban lain yang juga dirawat di kamar 7 ruang Flamboyan, mengatakan, sebelum ledakan, dia berdiri sejajar dengan Sunardi, tapi jaraknya cukup jauh. Karena itu, luka bakar yang dia derita tak terlalu parah. "Luka saya pada pergelangan tangan kanan dan telinga kadang sakit, terus mendengung. Memang semburan api itu besar sekali," tutur dia.

    Baca: Diduga Ususnya Bocor, Sri Rabitah Dirujuk ke RS Sanglah Denpasar

    Empat korban lain, yaitu Abdul Razak, Jamaluddin, Andi Makkulau, dan Riko Tandean, terbilang mengalami luka parah sehingga masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Makassar. Mereka dirujuk ke Makassar lantaran luka bakarnya di atas 20 persen, bahkan Abdul mencapai 90 persen luka bakar pada bagian tubuhnya. Dua korban lain, Rizal, 19 tahun, dan Suardi, 22 tahun, sudah mendapat izin pulang dari Rumah Sakit Salewangan Maros sejak Rabu, 8 Maret.

    DIDIT HARIYADI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Hypermarket Giant dan Tiga Retail yang Tutup 2017 - 2019

    Hypermarket Giant akan menutup enam gerainya pada Juli 2019. Selain Giant, berikut gerai ritel yang yang bernasib sama dalam dua tahun terakhir.