Selasa, 22 September 2020

Kapolri Ungkap 80 Penimbun BBM Telah Ditangkap

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Medan:Kapolri Jenderal Pol. Da’i Bachtiar mengungkapkan jajaran kepolisian di tanah air telah menangkap sekitar 80 penimbun bahan bakar minyak (BBM). Selain itu juga menyita sedikitnya 4 ribu ton BBM berbagai jenis. “Itu laporan yang saya terima sampai saat ini. Polisi serius menangani kasus penimbunan BBM,” ujar Kapolri di Medan, Sumatra Utara, Jumat (11/1). Dijelaskan, tanpa permintaan Pertamina pun, polisi akan bergerak memberantas penimbunan BBM. Apalagi, para pelaku bermaksud ingin mengambil kesempatan untuk mengeruk keuntungan di tengah rencana pemerintah menaikkan harga BBM. ”Ini ulah orang tak bertanggung jawab. Polisi tidak mentolerir. Polisi juga sudah bersiap-siap mengantisipasi dampak buruk kenaikan BBM,” ujarnya. Sementara itu, menyusul gebrakan Polwiltabes Medan dengan menggerebek tempat-tempat penimbunan BBM, Jumat pagi ratusan sopir truk tangki melakukan aksi boikot di Instalasi Pemasaran I Pertamina, kawasan Medan Labuhan. Aksi unjuk rasa berlangsung hingga menjelang sholat Jumat. Ratusan truk tangki diparkir di halaman kantor Pertamina dan Jalan Raya Medan-Belawan. Akibat aksi itu, kemacetan lalu lintas tidak bisa dihindarkan. Unjuk rasa itu sebagai solidaritas dan protes atas ditangkapnya 200 sopir truk oleh jajaran Polwiltabes Medan. Aksi berakhir setelah utusan sopir truk tangki itu bertemu Kepala Pemasaran Unit I Pertamina, Tjandra Kelana Putra, membahas tata tertib angkutan dalam penyaluran BBM dan mendistribusikannya. “Banyak sopir yang melakukan beberapa kesalahan. Mereka menganggap benar, padahal ada aturan yang melarangnya," katanya. (Bambang Soed – Tempo News Room)

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.