Perbaikan Jalur Tegal-Purwokerto Telan Rp 80 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi jalan rusak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Ilustrasi jalan rusak. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Tegal - Kerusakan jalan di Jalur Tegal-Purwokerto, Jawa Tengah, mulai diperbaiki. Perbaikan dilakukan dengan cara pembetonan di sejumlah ruas yang mengalami kerusakan paling marah.

    “Total panjangnya 8.300 meter, Kami perbaiki spot-spot,” kata Yanuar, Kepala PPK Preservasi Bina Marga Wilayah 1 Jawa Tengah, kepada Tempo, Kamis, 23 Februari 2017.

    Berita lain: Ditanya Presiden Jokowi Soal Pancasila, Ibu Ini lalu Curhat

    Menurut dia, perbaikan yang dimulai sejak 20 Februari 2017 itu ditargetkan selesai selama 45 hari. Prioritas perbaikan berada di titik-titik kerusakan, seperti ruas Prupuk, Kabupaten Tegal; Tonjong, Kabupaten Brebes; dan Pekuncen, Kabupaten Banyumas. Adapun anggaran yang dikeluarkan untuk perbaikan ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2017, yang mencapai Rp 80 miliar.

    Yanuar mengungkapkan, proses pembetonan saat ini terkendala dengan masih banyaknya truk yang melintasi jalur tersebut. Akibatnya, pengiriman material menjadi terhambat. Lalu lintas di jalur tersebut juga tersendat lantaran kendaraan harus mengantre bergantian. “Jadi proses rigid itu kan memakan sebagian badan jalan, jadi mau tidak mau harus bergantian,” ujar dia.

    Karena itu, dia meminta kepada para pengusaha ekspedisi dan sopir truk agar tidak melewati jalur tersebut untuk sementara, sampai perbaikan selesai. Sebab, sejak jalur tersebut diperbaiki, arus lalu lintas tersendat bahkan lumpuh.

    Misalnya pada Rabu, 22 Februari 2017, jalur nasional tersebut sempat lumpuh lima jam gara-gara ada truk mogok di tengah perbaikan jalan di ruas Tonjong. “Truk mogok sekitar pukul 17.00 WIB, lalu lintas kendaraan macet total. Mengular hingga empat kilometer. Sekitar pukul 22.00 WIB baru bisa jalan,” kata Ali Sodikin, warga setempat.

    MUHAMMAD IRSYAM FAIZ


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.