Kemenkes Angkat Ribuan Dokter dan Bidan Pegawai Tidak Tetap

Reporter

Ribuan Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari seluruh Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di depan Kementerian Kesehatan, Jakarta, 4 Mei 2016. Dalam aksi damai ini mereka mendesak Menteri Kesehatan Nila Djuwita F. Moeloek untuk segera mengangkat Bidan PTT menjadi Pegawai Negeri Sipil. TEMPO/Imam Sukamto

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kesehatan telah menyeleksi pengangkatan dokter, dokter gigi, dan bidan berstatus pegawai tidak tetap (PTT) sebagai calon aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan Oscar Primadi mengatakan seleksi tersebut didasarkan pada pengabdian putra putri daerah yang telah lama bersedia mengabdi atau ditempatkan di daerah tempat bertugas mereka saat ini.

“Pengangkatan ini akan lebih dapat menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan khususnya di daerah terpencil dan sangat terpencil,” ujar Oscar dalam siaran persnya, Rabu, 22 Februari 2017.

Pengangkatan pegawai ini juga diharapkan dapat menyelesaikan masalah disparitas dan maldistribusi tenaga kesehatan yang masih terjadi di Indonesia. Menurut Oscar, penempatan dokter di desa-desa mampu memberikan pelayanan baik kuratif, promotif, preventif, dan rehabilitatif bagi masyarakat. Tenaga kesehatan tersebut diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi serta perbaikan gizi masyarakat.

Baca: Menteri PAN Klaim Masalah Bidan PTT Sudah Selesai

Kebijakan penempatan bagi dokter dan dokter gigi tersebut telah dilakukan sejak 1991 berdasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 37 tahun 1991. Sedangkan kebijakan penempatan bidan sudah dilaksanakan sejak 1994 dalam Kepres Nomor 23 Tahun 1994. Melalui kedua peraturan tersebut penempatan tenaga strategis dokter, dokter gigi dan bidan PTT telah diatur mulai dari masa kerja, lama penugasan, sampai dengan kriteria penempatannya yakni daerah biasa, terpencil dan sangat terpencil.

Setidaknya 43.310 tenaga kesehatan berstatus PTT mengikuti seleksi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 39.090 peserta PTT yang berusia kurang dari 35 tahun dinyatakan lolos. Berdasarkan Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 7 Tahun 2017, mereka akan diangkat menjadi calon ASN di lingkungan Pemda.

Dokter, dokter gigi, dan bidan PTT Kementerian Kesehatan yang telah lulus seleksi ini dapat didayagunakan paling tidak selama lima tahun di daerah penugasan. Untuk itu, tempat penugasan dokter, dokter gigi dan bidan PTT yang telah lulus tersebut agar tidak dipindahkan di luar lampiran nota kesepahaman yang telah disepakati bersama.

Baca juga:
Dokter Andra dan Kisah Dokter PTT
Menkes: Indonesia Kekurangan Ribuan Dokter Gigi

Adapun PTT yang telah lulus seleksi dan berusia lebih dari 35 tahun diharapkan dapat diangkat pada 1 Maret 2017. Sedangkan bagi Dokter, Dokter gigi dan Bidan PTT Kementerian Kesehatan yang berusia lebih dari 35 tahun akan diarahkan menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Sementara itu, 4.220 peserta PTT yang telah mengikuti seleksi namun berusia kurang dari 35 tahun akan diarahkan untuk menjadi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK). “Bagi dokter, dokter gigi dan bidan PTT dengan usia di atas 35 tahun yang telah mengikuti seleksi dan masih aktif bekerja, Kemenkes akan tetap memberikan gaji dan insentif sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ujar Oscar.

LARISSA HUDA






DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

4 jam lalu

DKI Jakarta Penyumbang Tertinggi Kasus Positif Covid-19 Hari Ini

Jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada Ahad, 2 Oktober 2022, bertambah 1.322 kasus dengan provinsi penyumbang tertinggi DKI Jakarta.


Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Gratis

6 jam lalu

Pemerintah Pastikan Seluruh Biaya Perawatan Korban Tragedi Kanjuruhan Gratis

Pemerintah melaporkan data sementara korban tragedi Kanjuruhan Malang. Sampai saat ini ada 129 orang meninggal dan 188 luka.


Memahami Diet Seimbang Secara Benar

15 jam lalu

Memahami Diet Seimbang Secara Benar

Pernah mendengar istilah diet seimbang? Mengapa diet seimbang itu perlu?


Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

7 hari lalu

Kementerian Kesehatan Tetapkan 3 Lab UI Jadi Pusat Riset Vaksin

Kementerian Kesehatan meluncurkan laboratorium jejaring OIC CoE untuk mendukung tercapainya tujuan kemandirian produksi vaksin.


Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

15 hari lalu

Warga Depok dan Tangerang yang Kontak Erat dengan Pasien Cacar Monyet Dinyatakan Sehat

Tiga warga asal Kota Depok dan Tangerang sempat kontak erat dengan pasien terkonfirmasi positif cacar monyet pertama di Indonesia


Update Kasus Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: 7 Masih Pending

15 hari lalu

Update Kasus Hepatitis Akut Misterius pada Anak, Kemenkes: 7 Masih Pending

Kementerian Kesehatan telah sejauh ini memeriksa 91 kasus dugaan hepatitis akut misterius pada anak di Indonesia.


Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

15 hari lalu

Pasien Positif Cacar Monyet Sudah Sehat dan Beraktivitas Kembali

Dia adalah satu-satunya pasien terkonfirmasi positif cacar monyet di Tanah Air hingga trennya di dunia yang kini menurun.


Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

16 hari lalu

Tanda-tanda Pandemi Covid-19 Berakhir, WHO Keluarkan 6 Kebijakan

Dirjen WHO menyatakan sudah ada tanda-tanda pandemi Covid-19 akan berakhir.


Moeldoko Minta Dana Rp 705 Miliar untuk Faskes TNI Dicairkan: Kasihan Prajurit

18 hari lalu

Moeldoko Minta Dana Rp 705 Miliar untuk Faskes TNI Dicairkan: Kasihan Prajurit

Moeldoko menyatakan pencairan dana klaim kesehatan di fasilitas kesehatan milik TNI terhambat sehingga mengganggu operasional.


Kemenkes Kini Wajibkan Bayi Baru Lahir Tes Darah dari Tumit, untuk Apa?

30 hari lalu

Kemenkes Kini Wajibkan Bayi Baru Lahir Tes Darah dari Tumit, untuk Apa?

Satu dari 3000 bayi baru lahir di dunia diketahui menderita Hipotiroid Kongenital. 'Tiba-tiba' tumbuh cacat fisik dan retardasi mental.