Dipanggil Suara Gaib, Penumpang KM Umsini Terjun ke Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • freepicturesweb.com

    freepicturesweb.com

    TEMPO.CO, Kupang - Tidak tahu apa yang ada dalam benak Supriyanto, 32 tahun asal Makassar, Sulawesi Selatan. Ia penumpang Kapal Motor (KM) Umsini milik PT Pelni yang nekat terjun ke laut dari atas dek enam kapal tersebut, Sabtu, 18 Februari 2017. Beruntung ia masih berhasil diselamatkan.

    Supariyanto menumpang KM Umsjni dari Kupang dengan tujuan Makassar. KM Umsini masih singgah di pelabuhan Larantuka dan Lorens Say Maumere. Saat hendak sandar di Pelabuhan Lorens Say, tiba- tiba Supriyanto terjun ke laut dari atas dek enam kapal itu.

    Baca juga: Doa untuk Relawan PMI yang Tewas Saat Agresi Militer Belanda

    Keluarga korban yang mengetahui kejadian itu langsung menginformasikan kepada Mualim II KM Umsini Dedy Sunarto. Kapal pun berbalik untuk mencari korban yang terjun ke laut. Nahkoda juga berkoordinasi dengan PT Pelni Cabang Maumere.

    Anak Buah Kapal (ABK) segera menurunkan sekoci untuk melakukan penyelematan. Tidak butuh waktu lama, Supriyanto pun berhasil diselamatkan, dan langsung dievakuasi ke atas kapal, dan diamankan di ruang perawatan.

    "Setelah beberapa saat kemudian telah diketahui posisi orang jatuh ke laut, dan kapal langsung mendekat, kemudian penumpang tersebut dapat diselamatkan," kata Nakhoda Kapal Umsini, James Arthur Haba.

    Sulaiman Sia, dokter di KM Umsini menjelaskan korban diduga mengalami gangguan jiwa. Karena dari hasil komunikasi, Supriyanto mengaku mendengar suara panggilan arwah. Saat memasuki Pelabuhan Laurens Say panggilan tersebut makin kuat hingga akhirnya dia melompat diri ke laut.

    Supriyanto dilarang kembali ke dek kapal bersama penumpang lainnya, karena masih terus dilakukan perawatan hingga kapal tersebut tiba di Pelabuhan Makassar.

    YOHANES SEO

    Simak: Mensos Minta Pesantren Sumbang Lebih Banyak Energi Positif  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.