Bahas Perbatasan, Wiranto Temui Menlu Retno dan PM Gusmao

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berjalan kaki menuju gerbang masuk Timor Leste di Desa Motaain, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 7 April 2016. Pintu perbatasan Motaain yang menghubungkan Indonesia - Timor Leste ini merupakan pintu gerbang yang paling ramai dilintasi oleh warga dan jalur perdagangan darat antar negara. TEMPO/Frannoto

    Warga berjalan kaki menuju gerbang masuk Timor Leste di Desa Motaain, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, 7 April 2016. Pintu perbatasan Motaain yang menghubungkan Indonesia - Timor Leste ini merupakan pintu gerbang yang paling ramai dilintasi oleh warga dan jalur perdagangan darat antar negara. TEMPO/Frannoto

    TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengadakan pertemuan terbatas dengan Menteri Luar Negeri RI Retno Lestari Priansari Marsudi dan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmao. Dalam pertemuan berdurasi kurang dari satu jam itu, ketiganya membahas penyelesaian sengketa perbatasan antara Republik Indonesia dan Timor Leste. 

    "Ini kelanjutan dari pembicaraan yang lalu soal penyelesaian tapal batas antara Indonesia dan Timor Leste. Hari ini saya didampingi ibu menlu yang memang mempunyai satu kompetensi untuk berbicara masalah batas-batas antara negara," ujar Wiranto usai pertemuan di kantornya, Jakarta, Senin, 13 Februari 2017.

    Baca : Senjata Api Banyak Dipegang Warga di Perbatasan Timor Leste

    Setelah perbincangan dengan Gusmao, Wiranto menyebut kedua negara sepakat membentuk grup kecil untuk membahas teknis penentuan tapal batas. 

    "Kita bentuk Senior Official Consultation (SOC), satu grup kecil yang akan berbicara lebih teknis tentang kesepahaman. (Jadi) belum kesepakatan, (namun) kesepahamaan kita untuk menyelesaikan dua titik batas," ujar Wiranto. 

    Pembicaraan forum pejabat senior kedua negara itu akan dimulai pad 10 Maret 2017 di Bali. "Akan dibicarakan lebih detail, kesepahaman untuk menyelesaikan dua titik batas darat Nobesi dengan Citrana," kata Retno

    Retno menambahkan bahwa pembentukan SOC demi mempercepat penyelesaian negosiasi di dua titik tersebut. Selama ini negosiasi berlangsung di tingkat teknis, yang menurut dia melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga. "Pemerintah melihat harus ada upaya tambahan agar kita bisa maju, maka kita sepakat bentuk SOC."

    Simak pula : Rizieq Bawa Tesis, Polda Jabar: Silakan Ajukan di Pengadilan

    Di Bali, SOC akan mempertemukan delegasi kedua negara. "Dari pihak Timor Leste akan dipimpin Wakil Menlu Timor Leste, sementara dari Indonesia adalah Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Desra Percaya," tuturnya. 

    Xanana Gusmao sendiri sempat ingin menjelaskan hasil pembahasan bersama Wiranto dan Retno, namun dia membatalkannya sambil malu-malu. "Jadi karena saya, bahasa (Indonesia) saya tidak begitu (bagus), kita minta err..," ujarnya sambil tertawa dan menunjuk Wiranto. 

    YOHANES PASKALIS 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.