Bank BJB Tumbuh di Atas Perbankan Nasional  

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Laba unaudited Bank BJB tahun 2016 mencapai Rp 2,1 triliun.

    Laba unaudited Bank BJB tahun 2016 mencapai Rp 2,1 triliun.

    INFO NASIONAL - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan kebanggaannya atas capaian kinerja Bank BJB pada 2016. Pertumbuhan aset, kredit, dan laba BJB berada di atas rata-rata perbankan nasional.

    Hal ini disampaikan Aher dalam acara Business Review Kuartal keempat 2016 Bank BJB di Convention Hall The Singhasari Resort, Kota Batu, Jawa Timur. “Saya melihat perkembangan Bank BJB dari awal sampai saat ini. Boleh jadi pada saat lima atau empat tahun terakhir inilah Bank BJB mengalami kemajuan yang paling maju dibanding sebelumnya,” kata Aher dalam sambutannya di acara business review yang digelar pada 7-8 Februari 2017 tersebut.

    Awalnya, target pertumbuhan kredit Bank BJB pada 2016 mencapai 13 persen. Namun ternyata pertumbuhannya sudah mencapai 15 persen. Sementara pertumbuhan kredit bank nasional pada 2016, seperti dilaporkan Bank Indonesia, mencapai 9 persen. 

    Aher menjelaskan, laba unaudited Bank BJB tahun 2016 mencapai Rp 2,1 triliun atau yang terbesar daripada tahun-tahun sebelumnya. Dengan capaian ini, Bank BJB menjadi yang terbaik dibanding bank daerah lain di Indonesia. “Kalau bank daerah itu semuanya hormat kepada Bank BJB, karena di antara bank daerah adalah bank sengada lawan (tidak ada lawannya). Karena itulah lawannya adalah bank nasional,” ujarnya.

    Untuk mencapai keberhasilan tahun 2017 dengan spirit “Gasspoll Capai Target 2017”, Aher berpesan kepada Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan dan jajarannya untuk terus meningkatkan profesionalisme mereka dalam memajukan Bank BJB. “Kejujuran dan kebersamaan adalah kunci untuk mewujudkan kesuksesan,” katanya.

    Dalam sebuah manajemen perbankan, kata Aher, diperlukan tindakan atau deteksi sebagai antisipasi melemahnya rasa kebersamaan dan tidak loyalnya pegawai terhadap perusahaan. “Karena itu, apabila di antara kita ada yang spirit kebersamaannya rendah atau bahkan memiliki spirit pengkhianatan dalam kebersamaan, segera diatasi. Deteksi dini untuk segera ada tindakan dini,” ucapnya.

    Sementera itu, Direktur Utama Bank BJB Ahmad Irfan mengajak jajaran direksi, komisaris, serta para pegawai meningkatkan kinerja pada 2017, di tengah persaingan bisnis perbankan nasional saat ini. “Bisnis perbankan membutuhkan bisnis yang berkelanjutan. Untuk itu, eksekusi terhadap realisasi target harus bisa dilakukan, sehingga bukan lagi sekadar wacana,” katanya.

    Menurut dia, Bank BJB membutuhkan eksekutor yang bisa merealisasikan target. “Bank BJB hanya membutuhkan pemenang yang bisa berkompetisi secara sehat dan konsisten,” ujar Irfan. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.