Fraksi Demokrat Mau Ajukan Hak Angket Dugaan Penyadapan SBY  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Benny Kabur Harman. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Benny Kabur Harman. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Fraksi Partai Demokrat mengusulkan pengajuan hak angket untuk menyelidiki dugaan penyadapan pembicaraan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono dengan Rois A'am Nahdatul Ulama KH Ma'ruf Amin. Wakil Ketua Fraksi Demokrat Benny K. Harman mengatakan pihaknya tengah menggalang dukungan terhadap usulan tersebut.

    "Syarat minimum 25 anggota dewan atau lebih dari dua fraksi. Dokumen usulan sedang kami susun," kata Benny saat dikonfirmasi, di Jakarta, Kamis 2 Februari 2017. Rancangan usulan tersebut memuat latar belakang, dasar hukum, serta maksud, dan tujuan pengajuan hak angket.

    Baca: Menteri Yasonna Tegaskan Pemerintah Tidak Menyadap SBY

    Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa dirinya menjadi korban penyadapan terkait percakapannya dengan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) KH Ma'ruf Amin.

    SBY menganggap penyadapan tersebut sama dengan skandal Watergate, di Amerika Serikat. Skandal ini membuat Presiden AS Richard Nixon dimakzulkan akibat penyadapan terhadap lawan politiknya pada 1972. "Dulu kubu Nixon menyadap kubu lawan politik yang juga sedang dalam masa kampanye presiden. Nixon terpilih, tapi terbongkar," kata dia.

    Baca: Dulu Lebaran Kuda Kini Skandal Watergate, Ini Penjelasan SBY

    Benny menilai penyadapan tersebut merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik. Menurut dia, penyadapan itu ilegal dan meresahkan. "Pada akhirnya menciptakan instabilitas politik," ujar dia.

    Benny menambahkan hak angket ini untuk menyelidiki pelaku penyadapan tersebut. "Usul hak angket kini tengah dipersiapkan dan segera akan diajukan kepada pimpinan dewan," ujar wakil ketua komisi hukum ini.

    Baca: Polri: Dugaan Penyadapan Percakapan SBY-Ma'ruf Hanya Rumor

    Nama SBY kembali mencuat setelah disebut dalam persidangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam kasus dugaan penistaan agama. Kuasa Hukum Ahok, Humphrey Djemat, menjelaskan dugaan itu muncul karena melihat latar belakang dan komunikasi antara Ma'ruf dan SBY.

    Meskipun pihak kuasa hukum Basuki telah memberi klarifikasi atas tudingan penyadapan tersebut, Benny mengatakan pihaknya bakal terus memperjuangkan penggunaan hak angket. "Tetap kita kejar," demikian Benny.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dijen Imigrasi Ronny Sompie Dicopot Terkait Harun Masiku

    Pencopotan Ronny Sompie dinilai sebagai cuci tangan Yasonna Laoly, yang ikut bertanggung jawab atas kesimpangsiuran informasi kasus Harun.