Vonis 4 Tahun 2 Terdakwa Kasus Korupsi DAK Sumatera Barat  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekretaris Anggota DPR Komisi III Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana, Novianti menutupi wajahnya dengan kain seusai menjalani pemeriksaan keluar dari gedung KPK, Jakarta, 30 Juni 2016. Novianti, terkait kasus dugaan suap proyek rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat senilai Rp 300 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sekretaris Anggota DPR Komisi III Fraksi Demokrat I Putu Sudiartana, Novianti menutupi wajahnya dengan kain seusai menjalani pemeriksaan keluar dari gedung KPK, Jakarta, 30 Juni 2016. Novianti, terkait kasus dugaan suap proyek rencana pembangunan 12 ruas jalan di Sumatera Barat senilai Rp 300 miliar. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta menjatuhkan vonis 4 tahun penjara terhadap Suhemi dan Novianti, dua terdakwa kasus suap yang melibatkan anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat RI, I Putu Sudiartan. Keduanya juga diberi sanksi denda Rp 200 juta dengan subsider 2 bulan kurungan.

    ”Menyatakan terdakwa Suhemi dan Novianti terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi,” kata ketua majelis hakim Suhariono saat membacakan putusan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu, 25 Januari 2017.

    Baca juga:
    Sidang Suap DAK, Dua Anggota DPR Saling Bantah

    Suhemi merupakan orang kepercayaan Putu, sedangkan Novianti adalah sekretaris Putu. Keduanya terlibat dalam kasus suap pengalokasian dana alokasi khusus (DAK) proyek pembangunan jalan di Sumatera Barat yang menjerat Putu Sudiartan.

    Adapun hal-hal yang memberatkan terdakwa dalam pertimbangan hakim, yakni keduanya dinilai tidak sejalan dengan program pemberantasan korupsi. Keduanya juga dinilai mencederai tatanan birokrasi yang bersih dan bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    Sementara pertimbangan yang meringankan, kedua terdakwa telah mengakui perbuatannya dan telah menjadi justice collaborator.

    Terhadap putusan hakim, setelah berdiskusi sejenak dengan kuasa hukumnya, Suhemi menyatakan menerima putusan. Sedangkan Novianti mengatakan akan memikirkannya lebih dulu.

    DENIS RIANTIZA | S. DIAN ANDRYANTO

    Simak: EKSKLUSIF: Ini Tanggapan Ade Armando Setelah Jadi Tersangka



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.