Keluarga Tuntut Polisi Usut Kasus Mapala UII

Petugas mengeluarkan keranda jenazah lham Nurfadmi Listia Adi (20), korban meninggal dunia yang merupakan peserta acara Diksar Mapala UII di rumah duka Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta, 24 Januari 2017. Jenazah Ilham dikirim ke bagian forensik RSUP Dr Sardjito untuk otopsi. TEMPO/Pius Erlangga

TEMPO.CO, Selong - Keluarga almarhum Ilham Nurpadmy Listia Adi, 20 tahun, mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta, salah satu korban tewas dalam kegiatan pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam (Mapala) di Lereng Gunung Lawu 13-20 Januari 2017, menuntut kepolisian mengusut adanya dugaan kekerasan dalam peristiwa itu.

Ayah Ilham, Syafii, saat ditemui di pemakaman umum Desa Pringgasela, Kabupaten Lombok Timur, Rabu, 25 Januari 2017, berharap aparat kepolisian dapat mengungkap dan menangkap serta mengadili para pelaku kekerasan yang telah menyebabkan anaknya meninggal dunia.

Baca juga: Rektor UII Akui Ada Kekerasan, Ayah Korban: Ada Penganiayaan

"Panitia harus bertanggung jawab, karena mereka organisasi resmi di bawah kampus. Harap polisi dapat mengungkap, menangkap dan mengadili para pelaku," kata Syafii.

Menurut dia, sejak awal pihak keluarga sudah menaruh curiga, karena dari laporan anaknya saat meminta izin mengikuti pendidikan dan latihan dasar tidak diperbolehkan membawa telepon selular.

"Dari sini kita sebetulnya sudah curiga. Kok tidak diizinkan membawa handphone," katanya.

Sebelum meninggal, diakui Syafii, putranya sempat menelepon dirinya dengan bahasa yang terbata-bata, mengaku merasa kesakitan. Setelah dikonfirmasi lebih jauh lagi, almarhum Ilham mengaku dipukuli dan sudah tidak tahan menahan rasa sakit saat sedang berada di rumah sakit.

Simak juga: 3 Mahasiswa UII Tewas, Anggota Mapala Senior Buka Mulut

"Komunikasi terakhir saya dengan Ilham itu, Senin (23 Januari 2017) saat dia berada di rumah sakit. Katanya, ikut kegiatan dipukuli dan sudah tidak tahan rasa sakit," ucapnya.

Setelah mendapat kabar itu, dirinya langsung berangkat ke Yogyakarta. Namun, sesampai di Yogyakarta dirinya tidak langsung ke rumah sakit, tetapi langsung menuju Kepolisian Daerah Yogyakarta untuk melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya.

"Tiba di Yogyakarta saya langsung melapor ke Polda DIY dengan laporan dugaan kekerasan," ujarnya. Menurutnya, setelah melapor, Polda DIY bersama Kepolisian Resor Karang Anyar proaktif untuk mengungkap kasus ini. Sehingga, pihaknya berharap kepolisian dapat mengusut kasus tersebut secara tuntas.

Lihat juga: 3 Mahasiswa UII Tewas, Polisi: Sudah Ada Titik Terang

Syafii mengaku ia dan keluarga sangat terpukul dan sedih atas meninggalnya putra bungsunya tersebut. "Setelah mendengar kejadian ini, kami dan keluarga sangat terpukul, merasa sedih karena meninggalnya anak kami sedang dalam menempuh pendidikan di UII," katanya.

Sebanyak tiga mahasiswa UII meninggal dunia setelah mengikuti pendidikan dasar pecinta alam di lereng selatan Gunung Lawu, Desa Gondosuli, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Berita terkait: 3 Mahasiswa UII Tewas, Panitia Diklat Dilarang Keluar Kota

Tiga mahasiswa tersebut, yakni Muhammad Fadli (19 tahun) dari jurusan Teknik Elektro angkatan 2015, Syaits Asyam (19) dari Teknik Industri, dan Ilham Nurpadmy Listia Adi dari Fakultas Hukum angkatan 2015. Ilham wafat di Rumah Sakit Bethesda, Yogyakarta, Senin (23 Januari 2017) sekitar pukul 24.00.

ANTARA

Baca juga:
Rizieq Syihab Diimbau Tak ke Jawa Timur
Dapat Grasi dari Jokowi, Antasari: Alhamdulillah...






Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

6 jam lalu

Polres Karawang Periksa Pejabat Pemkab yang Diduga Aniaya Wartawan

Dua orang wartawan diduga dianiaya dan disekap oleh pejabat di Pemerintahan Kabupaten Karawang


Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

8 jam lalu

Pimpinan DPRD Depok yang Injak Sopir Truk tetap Terancam Sanksi Meski Sudah Damai

Wakil Ketua DPRD Kota Depok Tajudin Tabri tetap terancam sanksi dari Partai Golkar setelah aksinya menginjak sopir truk viral


Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

7 hari lalu

Polres Karawang Usut Dugaan Penganiayaan terhadap Dua Wartawan oleh Pejabat Pemkab

Aldi memastikan pihaknya akan mengusut tuntas kasus dugaan penculikan dan penganiayaan yang dialami dua wartawan oleh pejabat Kabupaten Karawang


Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

11 hari lalu

Kasus Penganiayaan Sopir Taksi Online di Koja, Tersangka Sudah Bawa Celurit dari Cinere

Tersangka penganiayaan, yang masih berusia 17 tahun, berdalih sedang mencari pekerjaan ke Jakarta namun kehabisan uang sehingga tak bisa bayar taksi.


Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

12 hari lalu

Mayat Pria Ditemukan Mengambang di Kali Mookevart, Polisi: Tak Ada Tanda Penganiayaan

Kapolsek Cengkareng menduga pria tersebut sudah meninggal sejak sehari yang lalu karena kondisi mayat pria itu sudah mengalami pembengkakan.


Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

12 hari lalu

Remaja 17 Tahun Aniaya Sopir Taksi Online Karena Tak Punya Uang untuk Bayar Ongkos Taksi

Remaja tersebut tidak mengambil uang atau barang dari sopir taksi online yang ia lukai. Mengaku ingin mencari kerja tapi kehabisan uang.


Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

12 hari lalu

Polres Ponorogo Gelar Rekonstruksi Kasus Tewasnya Santri Gontor

Polres Ponorogo menggelar rekonstruksi kasus dugaan penganiayaan di Pondok Modern Darussalam Gontor yang mengakibatkan salah satu santri tewas


Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

13 hari lalu

Tawuran Maut Pelajar di Depok Sebabkan Satu Tewas, Polisi: Ngakunya Korban Begal

Tawuran maut antar kelompok pelajar di Kota Depok kembali terjadi, akibatnya seorang pelajar berinisial AZS (20) meninggal dunia terkena sabetan celurit.


Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

13 hari lalu

Suami Aniaya Istri Hingga Tewas di Tangerang, Lalu Menyerahkan Diri ke Polsek Ciledug

Seorang suami aniaya istrinya hingga tewas di rumahnya, setelah itu ia menyerahkan diri ke Polsek Ciledug Tangerang.


Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

14 hari lalu

Wali Santri Gontor Korban Penganiayaan Ingin Peluk Para Pelaku

Polisi telah menetapkan dua tersangka dalam kasus kematian santri Gontor.