5 Mahasiswa UII Dirawat Pasca Latihan Pencinta Alam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Poster pengumuman Pendidian Dasar The Great Camping XXXVII Mapala Unisi seperti yang terlihat di akun Facebook mereka. Facebook.com

    Poster pengumuman Pendidian Dasar The Great Camping XXXVII Mapala Unisi seperti yang terlihat di akun Facebook mereka. Facebook.com

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Lima mahasiswa peserta Pendidikan Dasar Mapala Unisi (Universitas Islam Indonesia) Yogyakarta masih harus menjalani perawatan di rumah sakit. Sebelumnya tiga mahasiswa tewas setelah ikut acara bertajuk The Great Camping (TGC) XXXVII Mapala Unisi tersebut di lereng selatan Gunung Lawu.

    Sebanyak 37 mahasiswa mengikuti pendidikan dasar tersebut. "Saat ini kami prioritaskan kesehatan 34 mahasiswa pendidikan dasar TGC, lima orang harus rawat inap di Jogja International Hospital," kata rektor UII Harsoyo, di kampus itu, Selasa petang, 24 Januari 2017.

    Semua biaya perawatan ditanggung oleh universitas. Para peserta latihan dasar mahasiswa pecinta alam atau Mapala itu semuanya diperiksakan di rumah sakit itu untuk pemulihan jika ada yang mengalami dugaan tindak kekerasan saat ikut latihan sejak 13 - 20 Januari 2017 yang lalu.

    Selain itu, kata dia, pihak universitas juga melakukan pendampingan keluarga tiga korban meninggal dunia. Tujuannya untuk memastikan keluarga mengetahui perkembangan kasus ini.

    Tiga korban meninggal dunia adalah Syaits Asyam, mahasiswa Teknik Industri, Muhammad Fadhli, mahasiswa jurusan Teknik Elektro dan Ilham Nurpadmy Listia Adi."Pendampingan juga dilakukan untuk pelaporan ke polisi," kata Harsoyo.

    Universitas juga melakukan pendampingan urusan otopsi jenazah dan pemulangan jenazah ke daerah masing-masing korban. Termasuk membiayai pemulangan jenazah.

    MUH SYAIFULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.