Ibu Negara Ajak Akie Abe Membatik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ibu negara, Iriana Jokowi, mengajak istri PM Jepang, Akie Abe untuk membatik di sela kunjungan kenegaraan Shinzo Abe di Istana Bogor, 15 Januari 2017. TEMPO/Amirullah

    Ibu negara, Iriana Jokowi, mengajak istri PM Jepang, Akie Abe untuk membatik di sela kunjungan kenegaraan Shinzo Abe di Istana Bogor, 15 Januari 2017. TEMPO/Amirullah

    TEMPO.CO, Jakarta - Saat Presiden Joko Widodo dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe melakukan pembicaraan bilateral, Ahad, 15 Januari 2017, di Istana Bogor, istri pemimpin kedua negara itu menyaksikan pameran batik di selasar Istana Bogor. Ibu Negara Iriana Jokowi mendampingi Akie Abe, istri Perdana Menteri Jepang, melihat-lihat beragam corak batik.

    Selain menampilkan batik-batik yang sudah jadi, pameran juga menghadirkan pembatik-pembatik. Mereka terlihat cermat membatik kain dengan canting dan pewarna kain.

    Iriana mempersilakan Akie mencoba membatik. Sambil dituntun pembatik yang berada di dekatnya, Akie mengambil sehelai kain dan canting. Dia pun mulai membatik dengan pola tertentu. Tak berselang lama, Akie menyelesaikan batik yang dibuatnya. Dia memperlihatkan batik itu kepada Ibu Negara seraya tertawa. Iriana yang berada di dekatnya pun ikut tertawa.

    Shinzo Abe dan rombongan tiba di Istana Bogor sekitar pukul 16.00 dalam cuaca yang mendung sejak siang hari. Begitu tiba di pintu gerbang Istana, mobil yang dikendarai Abe berjalan melambat dikawal marching band dari Pasukan Pengamanan Presiden. Puluhan anggota Pasukan Pengaman Presiden berkuda dan mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

    Pertemuan Jokowi dan Abe akan berfokus pada peningkatan kerja sama di bidang ekonomi. "Fokus pembicaraan nanti adalah ekonomi," kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi pada Rabu lalu, 11 Januari 2017.

    AMIRULLAH SUHADA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Para Pencari Suaka Afganistan dan Data Sejak 2008

    Para pencari suaka Afganistan telantar di depan Kementerian BUMN di Jakarta pada Juli 2019. Sejak 2008, ada puluhan ribu pencari suaka di Indonesia.