Solo Tata Kawasan, Kontrak THR Sriwedari Tak Diperpanjang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari-penari cilik mempersiapkan pementasan mereka di Pendapa Sriwedari, Surakarta, Jawa Tengah, 15 Desember 2016. Pementasan sanggar tari Meta Budaya yang diselenggarakan setiap empat bulan sekali tersebut dalam rangka mempertunjukan perkembangan ilmu tari kepada orang tua mereka. TEMPO/Bram Selo Agung

    Penari-penari cilik mempersiapkan pementasan mereka di Pendapa Sriwedari, Surakarta, Jawa Tengah, 15 Desember 2016. Pementasan sanggar tari Meta Budaya yang diselenggarakan setiap empat bulan sekali tersebut dalam rangka mempertunjukan perkembangan ilmu tari kepada orang tua mereka. TEMPO/Bram Selo Agung

    TEMPO.CO, Solo-Taman Hiburan Rakyat (THR) Kota Surakarta dipastikan akan segera pindah dari kawasan Sriwedari. Pemerintah daerah  tidak memperpanjang  sewa lahan bagi tempat hiburan yang sudah berusia 30 tahun itu.

    Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan kontrak tanah di kawasan Sriwedari sudah habis pada akhir tahun lalu. "Tapi kami masih memberi kesempatan bagi mereka untuk persiapan pindah," katanya, Kamis 12 Januari 2017.

    Menurut dia, pemerintah daerah memang sengaja tidak memperpanjang  kontrak lahan untuk THR Sriwedari. "Sebab kami akan melakukan penataan kawasan itu," kata Rudyatmo.

    Rencananya, penataan  akan dimulai pada tahun ini. Dalam perencanaan yang telah disusun, pemerintah akan membangun beberapa fasilitas publik di lahan tersebut. Selain membangun ulang gedung Wayang Orang Sriwedari yang legendaris, Surakarta juga akan membangun masjid agung di kawasan yang berada di pusat kota itu.

    Pemerintah daerah juga akan merevitalisasi danau Segaran yang  berada di Sriwedari. Revitalisasi itu menjadi satu rangkaian dengan penataan sistem drainase di Surakarta. Rudyatmo meminta THR Sriwedari mencari lokasi baru. "Mungkin bisa di Balekambang atau di sekitar Taman Jurug," katanya.

    Manajer Operasional THR Sriwedari Iwan Siswanto mengatakan  tidak keberatan pindah dari Sriwedari. "Posisi kami hanya menyewa lahan," kata dia. Iwan mengaku belum memiliki alternatif lokasi untuk pindah. "Kami berharap ada masukan dari pemerintah."

    Rencananya, dalam waktu dekat pengelola THR Sriwedari akan menemui wali kota untuk membicarakan alternatif lokasi. Iwan masih akan melakukan sosialisasi kepada sejumlah komunitas yang sudah terbentuk di tempat hiburan tersebut. "Kami berharap mereka juga tidak keberatan (pindah)," katanya.

    Selama ini, berbagai hiburan rakyat di Sriwedari banyak dinikmati oleh masyarakat. Pengelola menyediakan panggung hiburan rutin untuk para penggemar musik dangdut, tembang kenangan, slow rock hingga lagu-lagu Koes Plus. "Dari panggung yang berusia 30 tahun itu lahirlah sejumlah komunitas," katanya.

    THR Sriwedari menyediakan aneka permainan anak hingga panggung ekspresi seni. "Banyak pelajar yang datang untuk bertamasya maupun mengadakan pentas seni," katanya.

    AHMAD RAFIQ

    Simak juga:
    Harga Cabai Menggila, Pedagang Pasar Untung Rp 20 Ribu per Kilogram


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Diduga Ada Enam Perkara Di Balik Teror Terhadap Novel Baswedan

    Tim gabungan kepolisian menyebutkan enam perkara yang ditengarai menjadi motif teror terhadap Penyidik KPK Novel Baswedan.