Penabuh Drum asal Banyuwangi Cetak Rekor Dunia di Palembang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kunto Hartono, drammer asal Banyuwangi yang berhasil memecahkan rekor menabuh dram selama 145 jam di Palembang. TEMPO/PARLIZA HENDRAWAN

    Kunto Hartono, drammer asal Banyuwangi yang berhasil memecahkan rekor menabuh dram selama 145 jam di Palembang. TEMPO/PARLIZA HENDRAWAN

    TEMPO.CO, Palembang -- Kunto Hartono, penggebuk drum atau drummer asal Banyuwangi mencetak rekor dunia dengan menabuh drum selama hampir satu pekan tanpa henti di pelataran Benteng Kuto Besak, Palembang. Prestasi tersebut membuat rekor lama tingkat dunia berhasil dipecahkan. Kunto mengalahkan rekor drummer asal Kanada selama 136 jam pada 2014.

    Panitia penyelenggara dari Korem 044/Gapo menuturkan Kunto menabuh drum selama 145 jam hingga pukul 14.37 WIB, 6 Januari 2017. Untuk merayakan pencapaian rekor tersebut,  panitia Korem 044/Gapo menyelenggarakan acara pengibaran bendera merah putih sepanjang 150 meter dan lebar 20 meter.

    "Ini berlangsung dalam memeriahkan bertepatan dengan perayaan HUT Kodam II/Swj ke-71," kata Kepala penerangan Korem 044/Gapo, Mayor Inf Aris Barunawan, Senin, 9 Januari 2017.

    Baca juga:
    Aktivis Palestina Kaget Akun Facebook-nya Diblokir
    Aplikasi Video Streaming 2BLive Hadir di Indonesia

    Sebelumnya Kunto pernah mencatatkan diri di Guinness World Records lantaran menggebuk drum selama 122 jam secara terus menerus di halaman Balai Kota Malang, Jawa Timur pada 1 Januari 2012.

    Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, mengaku bangga ikut berhasil menghantarkan Kunto memecahkan rekor dunia. Arief menunaikan nazarnya dengan menceburkan diri ke sungai Musi yang berada persis di samping panggung utama. "Ini sudah menjadi nazar saya bila Kunto Hartono dapat memecahkan dengan selamat," ujar Kunto Arief Wibowo, Danrem Gapo.

    Adapun Kunto mengaku telah lama memiliki impian untuk memecahkan rekor dunia. Sebelum memastikan tampil di Palembang ia sempat ditawari oleh Malaysia untuk main di Kuala Lumpur. Namun dia menolaknya karena rasa cintanya dan bangga pada Indonesia.

    PARLIZA HENDRAWAN

    Baca juga:
    Apel Bela Negara: Sampai Kiamat NU Dukung NKRI
    Abu Muhammed, Diduga Kuat Penyerang Klub Malam di Turki

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ponsel Tanpa IMEI Terdaftar Mulai Diblokir pada 17 Agustus 2019

    Pemerintah akan memblokir telepon seluler tanpa IMEI terdaftar mulai 17 Agustus 2019 untuk membendung peredaran ponsel ilegal di pasar gelap.