Santri Tebuireng Pamerkan Lukisan tentang Gus Dur

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gus Dur seusai memberikan Orasi Catatan Akhir Tahun 2008 di Hotel Santika, Jakarta, Minggu (28/12). TEMPO/Tri Handiyatno

    Gus Dur seusai memberikan Orasi Catatan Akhir Tahun 2008 di Hotel Santika, Jakarta, Minggu (28/12). TEMPO/Tri Handiyatno

    TEMPO.CO, Jombang - Sejumlah lukisan para santri tentang mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau yang akrab disapa Gus Dur dipamerkan di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, memeriahkan acara haulnya yang ke-7.     

    "Lukisan itu dipajang di lantai dasar gedung KH Yusuf Hasyim, masih di area pondok. Lukisan itu untuk memeriahkan acara haul, dan sampai sekarang juga masih dipajang," kata pengurus PP Tebuireng, Kabupaten Jombang Lukman di Jombang, Minggu 8 Januari 2017.

         

    Dalam pameran itu, setidaknya ada 15 lukisan. Selain Gus Dur, juga terdapat sejumlah lukisan lainnya misalnya kakek Gus Dur sekaligus pendiri organisasi Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy'ari, tokoh senior (sesepuh) NU sekaligus Mustasyar PP Tebuireng, Jombang, KH Yusuf Hasyim, guru sesepuh PP Tebuireng KH Ishak Latif, serta sejumlah kaligrafi. 

        

    Lukisan itu dibuat oleh sejumlah alumni PP Tebuireng. Salah satunya Rozi. Ia mengatakan, sudah hobi membuat lukisan sejak kecil, bahkan ketika menjadi santri pun, tetap tekun pada hobinya. Ia membuat sejumlah lukisan para tokoh di pondok dengan harapan dengan lukisan, masyarakat yang melihat akan merasa semakin dekat. Salah satunya ia membuat lukisan KH Yusuf Hasyim. 

         

    "Yang kami buat dan pamerkan ini tidak semata lukisan Gus Dur, tapi juga hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari dan tokoh lain," tutur dia.

         

    Sya'roni, pelukis lainnya mengaku senang bisa menampilkan lukisannya, terlebih lagi di acara haul ini. Ia berharap, hal ini sekaligus memupuk bakat dan minat para santri. Selain pandai mengaji, mereka juga tetap bisa berkreasi. "Ke depan, kami ingin ada komunitas alumni Tebuireng yang hobi melukis," ucapnya.

         

    Selain dipajang, lukisan itu juga diperbolehkan untuk dibeli. Para penikmat lukisan bisa mendapatkan lukisan itu dengan harga yang relatif terjangkau, mulai belasan ribu hingga jutaan rupiah.

         

    Sementara itu, puncak acara haul Gus Dur yang ke-7 di PP Tebuireng, Kabupaten Jombang, telah berlangsung pada Sabtu 7 Januari 2017 malam. Acara itu dihadiri ribuan warga, maupun para santri pondok dari berbagai daerah dan angkatan.

         

    Mereka mengikuti acara yang diselenggarakan di kawasan pondok itu dengan tertib. Gema selawatan juga terus berkumandang saat acara itu berlangsung. Selain itu, di acara itu juga dilakukan pembacaan tahlil.

         

    Dalam acara haul itu, juga dihadiri oleh sejumlah tamu undangan. Mantan Rais Syuriah PWNU Sulawesi Selatan yang merupakan teman akrab Gus Dur selama belajar di Universitas Al-Azhar Mesir KH Sanusi Baco, hadir memberikan ceramah agama.

         

    Selain itu, juga terdapat dua teman baik Gus Dur yang juga hadir, yaitu mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon Abdullah Syarwani dan cendekiawan muslim Habib Chirzin. Mereka membeberkan pertemanannya dengan mantan Presiden ke-4 itu. Selain itu, hadir pula istri mendiang Gus Dur, Sinta Nuriyah.

     

     ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Krakatau Steel di 7 BUMN yang Merugi Walaupun Disuntik Modal

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyoroti 7 BUMN yang tetap merugi walaupun sudah disuntik modal negara.