Kabar Gembira, Kuota Haji Naik 20 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi Kakbah/Masjidil Haram/Ibadah Haji. AP

    Ilustrasi Kakbah/Masjidil Haram/Ibadah Haji. AP

    TEMPO.CORiyadh - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi menarik pengurangan kuota jemaah haji yang diberlakukan mulai 2011. Karena renovasi di seputar Masjidil Haram, Mekah, kuota semua negara dikurangi 20 persen. Alhasil, Indonesia kehilangan jatah 38 ribu calon haji sehingga hanya bisa mengirim 173 ribu selama lima tahun terakhir.

    Otoritas tertinggi Saudi menyetujui proposal Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Dalam Negeri, Pangeran Muhammad bin Naif, yang juga Ketua Komite Tertinggi Haji, untuk mengembalikan kuota yang dilaksanakan sebelum pengurangan itu diberlakukan.

    BACA: Menteri Agama Berharap Kuota Haji Kembali 211 Ribu

    Menteri Haji dan Umrah Muhammad Bantan pada Kamis, 5 Januari 2017, mengatakan pemerintah sudah membuat persiapan untuk menerima jumlah jemaah tambahan pada musim haji mendatang. Pengembalian kuota ini disampaikan Bantan ketika menerima kunjungan delegasi haji dari negara Arab dan Islam di kantornya di Jeddah.

    Pemerintah Saudi sebelumnya menetapkan pengurangan kuota sebesar 20 persen terhadap jemaah dari setiap negara, sementara jumlah penduduk lokal yang melakukan ibadah haji dikurangi menjadi 50 persen untuk memastikan keamanan jemaah ketika pengerjaan perluasan Masjidil Haram, yang terbesar dalam sejarah.

    Sehubungan itu, Putra Mahkota Muhammad meminta semua departemen terkait siap menerima jumlah jemaah yang lebih banyak untuk musim haji mendatang. Dia mengarahkan misi haji diberi kesempatan untuk meningkatkan jumlah jemaah untuk mengembalikan kuota asal.

    Menurut dia, jumlah jemaah bagi setiap negara akan diputuskan oleh Kementerian Haji dan Umrah.

    SAUDI GAZETTE | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menolak Lupa, 11 Kasus Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu

    Komisi Nasional Hak Asasi Manusia menilai pengungkapan kasus pelanggaran HAM berat masa lalu tak mengalami kemajuan.