Rabu, 23 Mei 2018

Citilink : Pilot Tak Profesional Membahayakan Penumpang

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • CEO Citilink Albert Burhan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat, 30 Desember 2016. Langkah ini diambil setelah Citilink terbentur kasus adanya pilot yang diduga mabuk sebelum penerbangan dari Surabaya ke Jakarta pada 28 Desember 2016. Tempo/Egi Adyatama

    CEO Citilink Albert Burhan memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya, Jumat, 30 Desember 2016. Langkah ini diambil setelah Citilink terbentur kasus adanya pilot yang diduga mabuk sebelum penerbangan dari Surabaya ke Jakarta pada 28 Desember 2016. Tempo/Egi Adyatama

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan Citilink memecat TP, 32 tahun, Kapten Pilot yang ramai diperbincangkan di media sosial, karena diduga mabuk sebelum penerbangan dari Surabaya ke Yogyakarta, Rabu, 28 Desember 2016. Menurut CEO Citilink ALbert Burhan, pemecatan itu dilakukan karena TP tidak profesional.

    "Pilot tersebut tak menjalankan SOP (standard operations procedure) dengan baik yang berpotensi membahayakan penumupang," kata ALbert Burhan, dalam konferensi pers di Menara Citicon, Jumat, 30 Desember 2016.

    Albert juga menilai TP juga tak menjalankan tugas sebagai pilot dengan profesional yang juga membahayakan penumpang. Sikap tak profesional TP, kata Albert, ditunjukan dengan beberapa hal.

    Pada saat kejadian, TP datang 15 menit sebelum keberangkatan pesawat. Padahal seharusnya, kapten datang satu hingga dua jam sebelum jadwal untuk briefing.

    "Laporan yang kami dapat adalah dia (TP) bangun kesiangan. Itu pun sudah sangat unprofessional," kata Vice President Corporate Communications Benny Butarbutar.

    TP sudah mulai bekerja di Citilink sejak Maret 2016. Selama masa kerjanya di sana, ia telah mencapai jam terbang mencapai 656 jam. Ia juga menjadi kapten pilot bagi penerbangan domestik dan internasional.

    TP merupakan mantan pilot Air Asia. Ia merangkak naik dari jabatan co pilot hingga kapten di maskapai itu. "Total saat di sana (Air Asia) dia sudah mencapai 4.888 jam terbang," kata Kapten Fathahulah Vice President Flights Operation Citilink.

    Kemudian, TP dikabarkan dipecat karena kasus yang mirip dengan saat ini. Namun pihak Citilink mengaku tak mengetahui sejarah itu. Meskipun begitu, Devina Vice President Human Capitol Citilink mengatkan investigasi terkait latar belakang TP sudah dilakukan. "Saat ini kami mengumpulkan banyak data, kami belum bisa menyimpulkan hal itu," kata dia.

    Devina meyakinkan saat masuk, TP telah memnuhi semua persyaratan yang dibutuhkan Citilink. " Tahapan itu sudah sesuai dengan tahap penerimaan pada umumnya," kata dia.

    TP merupakan pilot yang menjadi viral di media sosial setelah rekaman video dan suaranya menyebar. Dia nampak kelimpungan hingga diduga mabuk, dan sempat berbicara meracau kepada penumpang dalam pesawat. Sebelum pesawat tujuan Surabaya - Jakarta itu berangkat, Citilink memutuskan mengganti TP dengan pilot lain.

    EGI ADYATAMA


     

     

    Lihat Juga


    Selengkapnya
    Grafis

    Teror di Indonesia Meningkat, RUU Anti Terorisme Belum Rampung

    RUU Anti Terorisme tak kunjung rampung padahal Indonesia telah menghadapi rangkaian serangan dalam sepekan, dari tanggal 8 sampai 16 Mei 2018.