Kunjungi Korban Banjir Bima, Mendikbud Bagi-bagi Seragam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menemui wartawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional 2016 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 25 November 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menemui wartawan usai upacara peringatan Hari Guru Nasional 2016 di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 25 November 2016. TEMPO/Danang Firmanto

    TEMPO.COBima - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendi meninjau beberapa lokasi yang terkena dampak banjir bandang di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, hari ini, Kamis, 29 Desember 2016. Didampingi Wali Kota Bima M. Qurais H. Abidin, Muhadjir bertemu para korban banjir.

    Dalam kesempatan itu, Muhadjir berbincang dengan para korban yang masih tinggal di pengungsian. Dia juga menyampaikan bahwa sekolah-sekolah sudah harus memulai program belajar-mengajar seperti biasa pada 2 Januari 2017.

    Muhadjir membagikan bantuan berupa seragam sekolah kepada anak-anak yang menjadi korban banjir. Bagi anak-anak sekolah yang belum memiliki pakaian, kata dia, bisa menggunakan pakaian seadanya. "Silakan tetap belajar dengan pakaian apa adanya," katanya.

    Untuk kerusakan sarana dan prasarana pendidikan, Muhadjir berjanji akan segera menindaklanjutinya. Dia juga akan memberikan bantuan secara maksimal. "Urusan kelancaran dan proses belajar yang baik, sarana, dan prasarana yang rusak akan kami perbaiki," ucapnya.

    Dalam kunjungannya itu, Muhadjir juga meminta agar jajaran sekolah membersihkan secara maksimal tempat anak-anak belajar. Dia juga berpesan kepada para orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka agar terhindar dari penyakit. Sebab, kata dia, tinggal di pengungsian rentan terserang penyakit, seperti diare dan gatal-gatal.

    AKHYAR M. NUR

    Baca juga:
    Jokowi Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Berita Hoax
    Kapolri Pastikan Proses Hukum terhadap Rizieq Dilanjutkan

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.