Bandung Terbitkan Kartu Identitas Anak Bonus Diskon Belanja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    Ilustrasi bayi baru lahir. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Jakarta – Bersamaan dengan peluncuran akta kelahiran Braille, ‎Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bandung menerbitkan Kartu Identitas Anak (KIA) di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Rabu, 28 Desember 2016. KIA ditujukan untuk anak baru lahir hingga usia 18 tahun. “‎Syaratnya hanya kartu keluarga dengan akta kelahiran,” kata Kepala Dinas Disdukcapil Kota Bandung Popong Nuraeni seusai peluncuran, Rabu, 28 Desember 2016.

    KIA dan akta kelahiran dimiliki anak secara paralel. Anak-anak yang punya kartu identitas pasti sudah memiliki akta kelahiran‎. Dengan begitu, keharusan memiliki akta kelahiran terpenuhi, kartu identitas pun terpenuhi. “Jadi dua program bisa tercapai pada satu titik “Kami bekerja sama dengan 10 lembaga,” ujarnya.

    Perusahaan-perusahaan yang bekerja sama memberikan keuntungan kepada pemegang KIA, di antaranya, adalah ‎Bank BJB, lembaga kursus bahasa Inggris seperti LIA dan TBI, serta bimbingan belajar seperti SSC, Ganesha Operation, dan Tridaya. Diskon juga diberikan untuk setiap pembelian buku di toko buku Gramedia dan Rumah Buku.

    Popong mengatakan kerja sama dengan perusahaan-perusahaan itu mudah. Dalam dua pekan disosialisasi, perusahaan-perusahaan ini langsung menghubungi lembaganya. “Penyerahan tabungan perdana diserahkan secara simbolis untuk 30 dari Bank BJB.”

    Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengatakan bonus-bonus yang diberikan kepada pemegang KIA merupakan salah satu strategi agar seluruh orang tua segera membuatkan KIA untuk anak-anaknya. “Orang Bandung ‘raja’ diskon. Itu hanya cara kreatif saja meningkatkan partisipasi,” ucapnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.