Banjir Bima, Pemerintah Terus Tambah Layanan Air Bersih  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    Suasana banjir bandang di Bima, Nusa Tenggara Barat, 22 Desember 2016. Tempo/Akhyar M. Nur

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menambah layanan air bersih ke lokasi terdampak bencana banjir Bima, Nusa Tenggara Barat. Pemerintah hari ini menyalurkan kebutuhan air bersih ke tujuh kelurahan, yaitu Kelurahan Paruga, Dara, Tanjung, Kumbe, Melayu, Lewirato, dan Sare.

    "Kami kirim lagi enam unit mobil tangki air dengan masing-masing 8 ritase," kata Kepala Satuan Kerja Tanggap Darurat Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Abdul Hakam dalam keterangan tertulis, Selasa, 27 Desember 2016.

    Dua dari enam unit tangki itu berasal dari PDAM, Pemerintah Kota Bima satu unit, Palang Merah Indonesia dua unit, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah satu unit. Sebelumnya, lima hidran umum yang masing-masing berkapasitas 2.000 liter telah didistribusikan ke Kelurahan Paruga, Dara, Tanjung, Kumbe, dan Raba.

    Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja mengatakan, saat ini, pemerintah memang fokus menyalurkan air, listrik, dan mempermudah akses jalan menuju kawasan bencana. Pipa air utama di daerah itu rusak. Daya listrik pun susah dijalankan, padahal untuk memperbaiki peralatan, membutuhkan alat berat yang menggunakan daya tinggi. "Fokus utama air bersih agar pengungsi tidak terserang penyakit," katanya.

    Baca Juga: Gara-gara Banjir Bima, 1.700 Ton Beras Bulog Terendam

    Kementerian PUPR sudah membersihkan sungai Padolo di sekitar jembatan gantung dari tumpukan sampah dengan alat berat.

    Banjir dua kali menyerang Bima, yakni pada 21 dan 23 Desember 2016. Saat ini, banjir sudah mulai surut. Terdapat lima kecamatan yang terdampak bencana, yaitu Kecamatan Rasai Timur (4 kelurahan), Kecamatan Mpudan (9 kelurahan), Kecamatan Raba (10 kelurahan), Kecamatan Rasanai Barat (6 kelurahan), serta Kecamatan Asakota (4 kelurahan).

    Saat ini, pengungsi sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, tapi perkantoran dan sekolah masih diliburkan. Aktivitas pasar belum pulih. Beberapa fasilitas kesehatan yang rusak, di antaranya 4 puskesmas, 29 polindes, dan 1 kantor labkesda. Tidak ada korban meninggal dalam bencana itu.

    MITRA TARIGAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.