Di Cirebon, Polisi Ancam Sweeping Balik Ormas jika...  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi sweeping. Shutterstock

    Ilustrasi sweeping. Shutterstock

    TEMPO.CO, Cirebon - Kepala Kepolisian Resor Cirebon Kota Ajun Komisaris Besar Adi Vivid mengatakan apabila ada organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan sweeping tanpa berkoordinasi lebih dulu, akan di-sweeping balik oleh polisi. Ia menegaskan setiap pelanggaran yang dilakukan ormas akan ditindak tegas.

    “Apabila ada ormas yang lakukan sweeping, itu akan kami sweeping balik ormasnya,” ujar Adi, Selasa, 20 Desember 2016.

    Ia pun meminta kepada setiap ormas di wilayah hukum Polres Cirebon Kota untuk tidak bertindak semena-mena dan melakukan sweeping sendiri. "Jika mereka menemukan informasi tempat atau orang yang diduga melakukan pelanggaran hukum, silakan berkoordinasi dengan kami,” ujarnya.

    Apabila ada laporan pelanggaran hukum, Adi mengatakan pihaknya akan kooperatif menerima laporan tersebut dan segera melakukan tindakan. Namun, jika masih ada ormas yang nekat melakukan sweeping sendiri akan segera ditindak tegas.

    Fatwa Majelis Ulama Indonesia terkait dengan penggunaan atribut Natal, bukan merupakan hukum positif. Fatwa itu, menurut Adi, hanya berlaku bagi sebagian umat Islam. "Yang berhak melakukan penegakan hukum itu pemerintah, ormas tidak berhak," katanya.

    Terkait dengan pengamanan Natal dan tahun baru 2017, Adi menyatakan ancaman teroris masih ada. “Dilemahkan iya, tapi ancaman dan potensinya masih ada,” ucapnya.

    Kota Cirebon, khususnya Polres Cirebon Kota, pernah menjadi target pengeboman. Oleh sebab itu, Adi tak mau kecolongan. “Setiap malam kami akan menggelar Operasi Cipta Kondisi,” tuturnya.

    Operasi itu dilakukan untuk menjaga situasi keamananan di wilayahnya. Sebab, menurut Adi, teroris akan melihat polres mana yang santai dan yang aktif menjaga keamanan di wilayahnya.

    Adi juga meminta masyarakat berperan aktif turut menjaga keamanan di wilayahnya masing-masing. "Karena keamanan itu bukan hanya dilakukan polisi, tapi juga perlu peran aktif masyarakat,” kata Adi.

    Mengenai pengamanan malam Natal, Polres Cirebon Kota akan menurunkan dua per tiga kekuatannya. “Termasuk pengamanan di setiap gereja yang ada di wilayah kita,” kata Adi.

    Jumlah itu masih akan ditambah personel dari instansi lainnya. Pada Kamis, 22 Desember 2016, akan dilakukan gelar pasukan secara bersama-sama.

    IVANSYAH

    Baca juga:
    Ahmad Dhani Bantah Gelontorkan Dana untuk Aksi 212
    Ini Dia Harga Artis untuk Endorse di Instagram
    Polisi Bongkar Prostitusi Online Mahasiswi di Surabaya


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Pemberantasan Rasuah Indonesia di Hari Antikorupsi Sedunia

    Wajah Indonesia dalam upaya pemberantasan rasuah membaik saat Hari Antikorupsi Sedunia 2019. Inilah gelap terang Indeks Persepsi Korupsi di tanah air.