Pengunjung DIY Bebas dari Pekerjaan Jalan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Antusias anak-anak saat menyambut kehadiran artis-artis serial Mahabharata yang diarak dalam pawai Kirab Indonesia Keren di Jalan Malioboro, Yogyakarta, 18 Maret 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    Antusias anak-anak saat menyambut kehadiran artis-artis serial Mahabharata yang diarak dalam pawai Kirab Indonesia Keren di Jalan Malioboro, Yogyakarta, 18 Maret 2015. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pemerintah Provinsi DIY menyatakan, musim liburan natal dan tahun baru kali ini, wisatawa yang masuk DIY tak akan terganggu proyek pekerjaan jalan. Namun, pemerintah meminta wisatawan mewaspadai sejumlah jalur yang sangat rawan banjir dan tanah longsor.

    Kepala Bidang Angkutan Darat Dinas Perhubungan DIY, Harry Agus Triono, Kamis, 15 Desember 2016 mengatakan, jalur rawan tanah longsor ada di ruas jalan Magelang dan Jalan Wonosari. Di Jalan Magelang, titik itu tersebar di Desa Beran, Sleman, persisnya di depan Bank BPD Sleman dan Simpang Denggung. Sedangkan di Jalan Wonosari menuju Gunung Kidul, jalur longsor tersebar di tujuh titik, yakni Desa Sitimulyo, Piyungan – Patuk (Ngasemayu), Kalipentung, Pedotan, Putat, Watu Ondo, dan Hutan Bunder. “Kalau  pekerjaan jalan kami pastikan tidak ada yang mengganggu wisatawan libur akhir tahun ini,” ujar Agus.

    Jalur wisatawan yang menjadi titik rawan banjir, meliputi Jalan Arteri (ring road) Utara tepatnya depan kampus UPN Veteran dan simpang empat Kentungan, Jalan Arteri Barat di simpang empat Demak Ijo, Jalan Yogyakarta- Batas Kota Bantul di Desa Niten, Jalan Kretek menuju Pantai Parangtritis, Jalan Janti- Candi Prambanan-Bandara Adi Sutujipto, Jalan Solo (depan Carrefour), Jalan Arteri Selatan di simpang empat Ngaglik, dan Jalan Batas Kota Yogyakarta- Janti. ‘Kami telah berkoodinasi dengan pemerintah setempat untuk meyiapkan jalur-jalur alternatif di lokasi wisata,” katanya.

    Sejumlah tempat wisata yang diperkirakan titik rawan kemacetan, paling banyak di Kota Yogyakarta. Meliputi Jalan Malioboro – Depan Stasiun Tugu dan Lempuyangan – Titik NOL – Alun-alun Utara – Jalan P. Mangkubumi – Jalan Senopati – Jalan Kebon Raya (Gembira Loka) – Pertigaan UIN – Jln Letjen Suprapto – Jl. AM Sangaji – Jl. C. Simanjuntak – Jl. Diponegoro - Jl. Magelang – Jl. Mataram.

    Sedangkan di Sleman, titik kemacetan diprediksi terjadi di Kaliurang, Pakem, dan Candi Prambanan. Untuk Kulon Progo, diprediksi di Pantai Glagah. Di Bantul titik kemacetan terpusat di simpagng empat Manding, simpang Tembi, Pantai Parangtritis, Parangkusumo, dan Kulwaru. Dan di Gunungkidul di Pantai Baron, Krakal, Kukup,Indrayanti, dan Pindul.

    Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengatakan kemacetan di DIY seringkali  akibat dampak investasi perhotelan yang tak memperhatikan aturan ketertiban umum, sehingga diperlukan peran pemerintah. “Banyak hotel menggunakan area parkir di jalan umum. Ini menjadi persoalan serius yang harus segera ditangani,” kata Eko.

    Kepala Polda DIY, Brigjend Polisi Ahmad Dofiri, menyatakan operasi Lilin Progo 2016 akan menindak tegas pengguna jalan yang melanggar lalu lintas. Sebab dalam dua tahun terakhir, jumlah pelanggaran lalu lintas saat operasi lilin Progo masih di atas 2.500 kasus. Misal pada tahun 2014, terjadi 2.979 pelanggaran, dan tahun 2015 hanya turun sedikit, menjadi 2.638 pelanggaran. * PRIBADI WICAKSONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Upaya Pemerintah Mengolah Sampah Menjadi Bahan Baku PLTSa

    Pemerintah berupaya mengurangi persoalan sampah dengan cara mengolahnya menjadi energi penggerak PLTSa di duabelas kota di Indonesia.