Wakil Ketua MPR: Komunisme Masih Ancaman Konkrit

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menyebarkan simbol-simbol komunisme dan ada desakan untuk mencabut Tap MPRS Nomor XXV/MPR/1966.

    Menyebarkan simbol-simbol komunisme dan ada desakan untuk mencabut Tap MPRS Nomor XXV/MPR/1966.

    INFO MPR - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menjadi narasumber dalam Dialog Kebangsaan bertema "Pancasila vs Komunisme: Menguji Daya Tahan NKRI dalam Menghadapi Problem Nasional" di Aula KH Noer Ali Islamic Centre Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Kamis, 15 Desember 2016. Selain Hidayat, Ketua Ikadi Prof Dr H Ahmad Satori Ismail turut berbicara sebagai narasumber dalam dialog ini.

    Hidayat mengatakan komunisme masih menjadi ancaman konkret bagi Indonesia. “Mereka terus melakukan konsolidasi, menyebarkan simbol-simbol komunisme, dan ada desakan untuk mencabut Ketetapan (Tap) MPRS Nomor XXV/MPR/1966 soal pelarangan Partai Komunisme Indonesia (PKI). Mereka minta Tap itu dicabut untuk menghidupkan kembali komunisme,” ucapnya.

    Kemudian, secara ideologis dan historis, paling nyata adalah pemberontakan komunis, seperti pada 1948 dan 1965. “Sudah tiga kali melakukan pemberontakan. Komunisme adalah virus jahat,” ujar Hidayat. Sesungguhnya, kata Hidayat, dalam Pancasila tidak ada tempat bagi komunisme. Dari proses kelahirannya sejak 1 Juni 1945, kemudian Piagam Jakarta, dan sila-sila Pancasila dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia yang disahkan pada 18 Agustus 1945, tidak ada tempat untuk komunisme. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.