Merpati Putih dan Bendera Merah Putih Ramaikan Parade 412  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Salah satu panggung budaya yang disiapkan panitia aksi damai Kita Indonesia di Jalan Sudirman Jakarta, 4 Desember 2016. Panggung budaya menjadi hiburan bagi peserta aksi damai. Tempo/Reza

    Salah satu panggung budaya yang disiapkan panitia aksi damai Kita Indonesia di Jalan Sudirman Jakarta, 4 Desember 2016. Panggung budaya menjadi hiburan bagi peserta aksi damai. Tempo/Reza

    TEMPO.CO, Jakarta - Beragam parade budaya memenuhi sepanjang Jalan Sudirman hingga Bundaran HI, pagi ini, Ahad, 4 Desember 2016. Masyarakat yang berasal dari berbagai daerah itu menampilkan kesenian dari daerahnya masing-masing.

    Meski memiliki kesenian yang berbeda-beda, ada satu tarian yang menyatukan peserta parade bertema "Kita Indonesia" ini. Tarian itu adalah senam Maumere.

    Senam Maumere dikoordinasi dari atas panggung. Seorang MC mengajak masyarakat yang menonton untuk melakukan flash mob senam Maumere. Senam ini kerap dilakukan sebagai selingan dari beragam tarian atau nyanyian yang ditampilkan di atas panggung.

    Dari pantauan Tempo, mulai dari panggung di Patung Kuda, depan Pos Polisi Bundaran HI, dan panggung utama, semuanya mengajak masyarakat untuk senam bersama. Waktunya bergantian.

    Masyarakat yang diajak senam tampak antusias. Mereka melenggang ke kanan dan ke kiri sambil menikmati irama musik. Sebagian peserta juga melakukan aksi mannequin challenge dengan berdiam diri sekitar tiga puluh detik sambil direkam peserta yang lain.

    Di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, sebagian peserta mengusung dua bendera Merah Putih berukuran besar yang diarak mengelilingi air mancur. Dari panggung, panitia bersama sejumlah tokoh seperti Ketua Umum Partai NasDem, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto, serta Ketua Umum PPP Djan Faridz melepas simbol perdamaian berupa burung merpati putih.

    MAYA AYU PUSPITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.