Sabtu, 24 Februari 2018

Jenderal Gatot Sindir Ustad Online, Kampus Jadi Heboh  

Oleh :

Tempo.co

Selasa, 29 November 2016 20:42 WIB
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Jenderal Gatot Sindir Ustad Online, Kampus Jadi Heboh  

    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo setelah memberikan kuliah di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, 29 November 2016. TEMPO

    TEMPO.COJakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo menyindir maraknya keberadaan ustad-ustad yang bertebaran di media sosial. Gatot, yang menyebut model ini sebagai ustad online, menganggap keberadaan mereka berbahaya.

    "Ini sangat bahaya bagi muslim Indonesia, bahaya karena banyak ustad sosmed," kata Gatot blakblakan dalam Kuliah Kebangsaan di Auditorium Harun Nasution, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Tangerang Selatan, Selasa, 29 November 2016.

    Simak Pula

    Kisah 'Malaikat' Penyelamat 321 Nyawa Manusia yang Putus Asa

    Curhat Anji Soal Dalang di Balik Heboh Booking Tiga Pelacur

    Gatot menganggap fenomena ustad di media sosial ini memprihatinkan. Sebab, kebanyakan ustad itu tidak memiliki basis ilmu agama. "Mereka ini yang tak punya ilmu agama, tapi kelihatan jago karena beraninya muncul di sosmed saja."

    Tak hanya itu, Jenderal Gatot Nurmantyo menilai ustad di media sosial tersebut juga pandai menyitir ayat-ayat kitab suci yang diunggah untuk sekadar mencari popularitas. "Ini yang berbahaya," ujar Gatot.

    "Tidak perlu kuliah, yang penting buka Internet, dengan bahasa sejuk, adinda, kakanda, menyitir ayat-ayat Al-Quran, diambil saja, dikirim, lalu jadi top," tutur Gatot, yang disambut tawa dan tepuk tangan ribuan peserta kuliah.

    Simak Pula
    Pesan Angelina Sondakh untuk Brotoseno yang Bikin Haru
    MUI Gagas Rujuk Nasional, Jokowi: Lah, yang Berantem Siapa?

    Sekitar 2.000 orang menghadiri Kuliah Kebangsaan itu. Dalam kuliah itu, Gatot mengajak peserta mengidentifikasi berbagai ancaman ketahanan Indonesia yang datang dari berbagai dunia, seperti narkoba, terorisme, energi, dan keamanan teritorial seperti Laut Cina Selatan.

    Rektor UIN, Dedi Rosyada, mengingatkan peran Islam sebagai pilar tertinggi menjaga kebinekaan. Lembaga pendidikan, kata dia, penting sebagai institusi mempererat persatuan. "Kami menyadari bahwa lembaga pendidikan yang menjadi andalan untuk mempererat persatuan tidak bisa diabaikan," ucapnya.

    ARKHELAUS W.

    Baca Juga
    Hikayat Tukang Sayur Jadi Pengebom Gereja
    Putus Cinta, Cinta Laura Isyaratkan Sudah Ada Gebetan Baru


     

     

    Selengkapnya
    Grafis

    INFO Pentingnya Memilah Sampah Sesuai Jenisnya

    Pilahlah sampah sesuai jenisnya, sampah organik, anorganik, dan sampah lainnya.