Media Kecewa TNI Batasi Peliputan Kecelakaan Helikopter  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah helikopter jenis Bell 412 milik TNI Angkatan Darat berpatroli di atas jalan Jendaral Sudirman Thamrin, Jakarta, 7 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Sebuah helikopter jenis Bell 412 milik TNI Angkatan Darat berpatroli di atas jalan Jendaral Sudirman Thamrin, Jakarta, 7 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Samarinda - TNI menggelar upacara pelepasan tiga anggota yang gugur dalam insiden jatuhnya helikopter di Desa Long Sulit, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara, Selasa, 29 November 2016. Upacara pelepasan Lettu CPN Ginas Sasmita Aji, Sertu Bayu Sadeli dan Praka Suyanto itu dilaksanakan di apron Pangkalan Udara Tarakan di lingkungan Bandara Juwata.

    Pukul 07.06 WITA, pesawat Gatot Kaca N-250 milik TNI AU berangkat dari Bandara Juwata Tarakan membawa tiga jenazah. Sebelum diterbangkan, dilakukan upacara penghormatan terakhir sang tentara. Upacara itu digelar tertutup bagi media.

    "Kami sayangkan prosesi ini tertutup. Padahal kami juga ingin memberikan penghormatan terakhir untuk prajurit yang gugur," kata Usman Choddany, Ketua IJTI Kaltara, Selasa, 29 November 2016.

    Sebenarnya, kata Usman, bukan hanya kali terakhir pelepasan, namun sejak awal TNI  juga sangat membatasi peliputan awak televisi. Usman mengaku sangat kesulitan meliput korban selamat yang tengah dirawat di rumah sakit di Kota Tarakan. "Tak ada pernyataan juga dari petinggi TNI di lapangan," kata dia.

    Sebenarnya, untuk peliputan, TNI menyiapkan lokasi bagi awak televisi di salah satu bangunan di Bandara Juwata. Sayangnya jarak dari lokasi upacara pelepasan hingga ratusan meter. "Jadi kami hanya bisa ambil gambar dari jarak sekitar 500 meter. Kami sama sekali tak diizinkan mengambil dari jarak dekat," kata dia.

    Soal keberangkatan jenazah prajurit TNI saat lepas landas dari Lanud TNI Angkata Udara di Tarakan, menurut Usman, tak ada penjelasan akan diterbangkan ke mana. "Kabarnya dibawa ke Jakarta dulu sebelum dipulangkan ke daerah asal," ujarnya.

    FIRMAN HIDAYAT

    Baca:
    Pembelaan Ahmad Dhani Soal Nama Hewan & Tuduhan Hina Jokowi
    DNA Cocok, Mario Teguh Mohon Kiswinar Tak Penjarakan Dia
    Paguyuban Bangka Tidak Dukung Ahok: 'Dia Akan Masuk Penjara'


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.