Menteri Agama Bolehkan Demo 2 Desember Asal Taat Aturan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1437 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 4 Juli 2016. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri agama Lukman Hakim Saifuddin memberikan keterangan dalam konferensi pers Sidang Itsbat Awal Syawal 1437 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, 4 Juli 2016. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan Hari Raya Idul Fitri tahun ini jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Depok - Menteri Agama Lukman Hakim Saefuddin meminta umat Islam yang akan melakukan aksi unjuk rasa 2 November 2016 bisa tertib dan mengikuti aturan. Menurutnya, tidak ada larangan bagi setiap warga negara yang ingin unjuk rasa karena diberikan kesempatan di mata hukum.

    "Bagaimana pun juga negara berdasarkan hukum. Unjuk rasa merupakan hak yang dijamin konstitusi," kata Lukman usai menjadi pembicara seminar bertema "Merawat Indonesia : Peran Universitas Dalam Menjaga Kebhinekaan" di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Kamis, 24 November 2016.

    Lukman meminta dalam berunjuk rasa umat Islam tetap mengikuti aturan dan tidak melanggar hukum. Selain itu, Lukman menyerahkan rencana salat Jumat di jalan kepada pandangan ulama. "Saya tidak berkompeten menjawab boleh atau tidak. Sebab, saya hanya umara. Tanya ke ulama, boleh atau tidak salat Jumat di jalan," ujarnya.

    Lukman enggan menjawab banyak pertanyaan-pertanyaan lainnya. Dia langsung meninggalkan kampus. "Cukup ya, cukup," kata Lukman.

    Aksi unjuk rasa Bela Islam Jilid III rencananya bakal diadakan kembali untuk mendesak polisi agar menahan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama. Ahok sapaan Basuki telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama terhadap pernyataannya yang menukil ayat 51 surat Al Maidah.

    IMAM HAMDI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tommy Soeharto dan Prabowo, Dari Cendana Sampai ke Pemerintahan

    Tommy Soeharto menerima saat Prabowo Subianto masuk dalam pemerintahan. Sebelumnya, mereka berkoalisi menghadapi Jokowi - Ma'ruf dalam Pilpres 2019.