Purwakarta Siapkan Rp 10 M buat Bikin Toilet 10 Ribu Rumah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memusnahkan alat hisap shisha hasil razia Satpol PP dari para pelajar yang biasa menggunakannya di tempat-tempat tongkrongan di kota Purwakarta, Selasa, 2 Nopember 2016. Alat hisap shisha juga banyak digunakan buat menyedot narkotik terutama jenis sabu-sabu.TEMPO/Nanang Sutisna.

    Bupati Purwakarta, Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memusnahkan alat hisap shisha hasil razia Satpol PP dari para pelajar yang biasa menggunakannya di tempat-tempat tongkrongan di kota Purwakarta, Selasa, 2 Nopember 2016. Alat hisap shisha juga banyak digunakan buat menyedot narkotik terutama jenis sabu-sabu.TEMPO/Nanang Sutisna.

    TEMPO.CO, Purwakarta - Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, menyiapkan dana Rp 10 miliar untuk mensubsidi pembuatan toilet nyaman ribuan rumah warganya yang belum memiliki toilet dan yang sudah memilikinya tapi belum memenuhi standar sanitasi.

    "Masih ada 10 ribuan rumah warga yang belum memiliki toilet yang nyaman dan memenuhi standar sanitasi," kata Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, saat dihubungi Tempo, Senin, 21 November 2016.

    Sesuai perhitungannya, setiap rumah memerlukan dana Rp 5 juta untuk memiliki toilet nyaman tersebut, termasuk merehabilitasi bangunan toilet yang tidak memenuhi standar sanitasi supaya jadi nyaman pula.

    "Program satu rumah satu toilet nyaman dan layak tersebut ditargetkan tuntas pada 2017," kata Dedi menjelaskan. Adapun dana subsidi buat pembangunan toilet nyaman tersebut seluruhnya teralokasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2017.

    Pembangunan toilet yang nyaman dan memenuhi standar sanitasi tersebut, menurut Dedi, dalam upaya memupus kebiasaan jelek warganya yang masih terbiasa melakukan tradisi "dolbon" atau modol di kebon (buang hajat di kebun) dan "dolwah" atau modol di sawah (buang hajat di sawah).

    Selain memberikan dana subsidi buat pembuatan toilet nyaman dan layak kepada warganya tersebut, Dedi ingin segera menuntaskan program satu kelas satu toilet dan satu wastafel di setiap sekolah.

    "Hingga medio November 2016, program satu kelas satu toilet dan satu wastafel mulai dari SD hingga SMA itu capaiannya sudah 70 persen," ucap bupati yang konsen terhadap persoalan sosial dan budaya tersebut.

    Kepala Desa Cijunti, Kecamatan Campaka, Toha, mengapresiasi program subsidi dana pembuatan toilet nyaman dan layak tersebut. "Syukurlah kalau bupati memperhatikan soal itu buat warganya," ujarnya.

    Menurut Toha, di desanya masih banyak warga yang belum memiliki toilet yang nyaman dan sehat dan bahkan sebagian lagi masih ada yang belum memilikinya. Akibatnya, warga masih belum bisa menghentikan kebiasaan jeleknya buang hajat ke sawah, kebun, bahkan ke sungai.

    NANANG SUTISNA

    Baca:
    Putri Sukarno Ini Tuding Jokowi Aktor Politik Demo 4/11
    Ahmad Dhani Dukung Demonstran 2 Desember Bawa Bambu Runcing
    Yahudi Minta Trump Tidak Data Muslim, Atau Ini yang Terjadi


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.