Kapal Thailand Tabrak Perahu Nelayan di Tuban, 15 ABK Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi kapal tenggelam

    Ilustrasi kapal tenggelam

    TEMPO.CO, Tuban - Tabrakan antara Kapal Motor Mulya Sejati dengan kapal barang berbendera Thailand terjadi di perairan Tuban, Jawa Timur, Sabtu dinihari, 19 November 2016. Akibat kejadian tersebut, 15 orang hilang dan masih dalam pencarian.

    Titik kecelakaan tak jauh dari pelabuhan milik PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) di Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tuban menyebutkan, kapal berbendera Thailand, MV Thaison IV, tengah mengangkut tepung tapioka. Polisi masih mengusut penyebab insiden tersebut.

    Data di BPBD Tuban menyebutkan MV Thaison IV dengan jumlah 22 penumpang melintas di pesisir utara tak jauh dari pelabuhan milik TPPI sekitar pukul 04.00. Kapal yang membawa 22 penumpang ini berencana bongkar-muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Pada saat bersamaan kapal nelayan Mulya Sejati tengah lego jangkar. Saat itu, 27 anak buah kapal (ABK) dari Juwana, Pati, Jawa Tengah, sebagian besar masih tertidur.

    Tiba-tiba dari arah belakang, kapal Thailand itu menabrak Mulya Sejati. Akibatnya, kapal nelayan terguling dan para ABK-nya tercebur ke laut. Dari 27 ABK, 12 orang bisa diselamatkan. Adapun 15 orang sisanya masih belum diketemukan. “Awaknya tengah tertidur,” ujar Sukri, awak kapal Mulya Sejati, yang memberi keterangan pada penyidik, Sabtu, siang.

    Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono berujar pihaknya tengah melakukan pencarian. Tim pencarian terdiri atas petugas Direktorat Polisi Air Kepolisian Daerah Jawa Timur, Kepolisian Resor Tuban, BPBD Tuban, dan nelayan. “Masih pencarian,” ujar Joko.

    Menurut dia, pencarian masih difokuskan di perairan sekitar Pelabuhan TPPI Tuban dengan radius 5-10 mil dari bibir pantai Desa Remen, Kecamatan Jenu, Tuban.

    SUJATMIKO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.