Zulkifli Hasan: Basuki Berbuat, Jangan Presiden Kena Getah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Umum PAN di Jakarta, 13 November 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    Ketua Umum Partai Amanat Nasional, Zulkifli Hasan, menjawab pertanyaan wartawan di sela-sela Rapat Pimpinan Umum PAN di Jakarta, 13 November 2016. Tempo/Rezki Alvionitasari.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Partai Amanat Nasional Zulkifli Hasan menyinggung kasus hukum yang membelit Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang dilaporkan atas kasus dugaan penodaan agama. Zulkifli menyampaikan hal itu dalam pidatonya di depan Presiden Joko Widodo dan para kader PAN.

    "Basuki yang berbuat, jangan Pak Presiden yang kena getahnya. Betul tidak? Ini presiden kita," kata Zulkifli dalam Rapat Pimpinan Nasional PAN di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Minggu,14 November 2016. Perkataan Zulkifli itu langsung disambut tepuk tangan meriah ratusan peserta rapat yang berjas biru.

    Zulkifli bercerita, PAN telah menetapkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 nanti. Dia pernah memberi tahu Jokowi bahwa dia tak memilih Ahok. "Silakan, Pak Ketua. Tidak ada masalah," kata dia mencontohkan perkataan Jokowi.

    Dalam Pemilihan Gubernur Jakarta, PAN mengusung pasangan Agus Yudhoyono-Sylviana Murni bersama koalisi yang dimotori Partai Demokrat pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.

    Jokowi pun membalas ucapan Zulkifli. Dia juga heran kenapa Pilkada 2017 yang diikuti 101 daerah pemilihan, tapi Jakarta yang menjadi konsentrasi masyarakat. "Yang saya lebih heran, ini kan masalah DKI. Ini urusan DKI, lah kok urusannya digeser ke Presiden, ke saya? Coba kita pakai kalkulasi nalar saja. Ini ada apa? Lah, kalau saya sih senyam-senyum saja," peserta Rapimnas pun tertawa dan bertepuk tangan.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.