Hujan Deras, Bandung Dilanda Banjir dan Pohon Tumbang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah petugas mberusaha mengevakuasi Toyota Avanza yang terseret banjir Sungai Citepus yang tertutup sampah dan kandas di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, 11 November 2016. Mobil tak bisa di evakuasi karena  lokasi berada di permukiman padat hingga petugas memotong bagian per bagian. TEMPO/Prima Mulia

    Sejumlah petugas mberusaha mengevakuasi Toyota Avanza yang terseret banjir Sungai Citepus yang tertutup sampah dan kandas di kawasan Panjunan, Kecamatan Astanaanyar, Bandung, Jawa Barat, 11 November 2016. Mobil tak bisa di evakuasi karena lokasi berada di permukiman padat hingga petugas memotong bagian per bagian. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Hujan deras yang mengguyur Kota Bandung sejak siang, Ahad, 13 November menyebabkan sejumlah wilayah dihantam banjir bandang dan pohon tumbang. Sedikitnya ada sebelas titik pohon tumbang dan lima lokasi di Kota Bandung yang diterjang banjir bandang.

    Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan pohon tumbang diakibatkan hujan deras disertai angin menerjang Kota Bandung sejak siang. Akibatnya pohon tumbang terjadi di sebelas lokasi dan menimpa sejumlah kendaraan. "Untuk sementara mohon hindari kawasan yang terkena pohon tumbang. Kami sedang menangani," ujar Ferdi melalui pesan pendek, Ahad, 13 November 2016.

    Ia menyebutkan, sebelas titik terjadi pohon tumbang itu terjadi di Jalan Pagarsih, Sukajadi, Otista, Perintis, Delag, Malabar, Stasiun Timur, Berantas, Jatayu, Ambon, dan Jalan Setra Indah. "Sebagian sudah kami tangani," ujarnya.

    Banjir bandang pun menerjang sedikitnya lima lokasi di Kota Bandung. Di Jalan Pagarsih, aliran Sungai Citepus meluap hingga meluber ke jalan raya. Tinggi genangan air di Jalan Pagarsih mencapai 70 sentimeter.

    Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar Bandung Komisaris Reny Martha mengatakan, selain di kawasan Pagarsih, banjir bandang pun menghantam kawasan Arjuna, Sarijadi, Gegerkalong, dan Pasirkoja.

    "Di kawasan Arjuna, Kecamatan Cicendo, banjir mengakibatkan sepuluh rumah rusak dan belasan alat rumah tangga hanyut," ujar Reny. Banjir di kawasan Arjuna diakibatkan meluapnya Sungai Cikakak.

    Ia mengatakan air yang masuk ke permukiman warga mencapai 1,60 meter. Namun, banjir bandang tersebut tak berlangsung lama. Satu jam kemudian air berangsur surut. "Untuk korban yang terseret arus nihil, sekitar Jam 14.00 WIB genangan air surut," katanya.

    IQBAL T. LAZUARDI S.


     

     

    Lihat Juga