Densus 88 Periksa Juhanda, Pelaku Bom Gereja Samarinda

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Juhanda alias Jo (depan), Muhammad Maulana Sani alias Maulana alias Alan alias Asaf (belakang kanan) dan Mugianto. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Juhanda alias Jo (depan), Muhammad Maulana Sani alias Maulana alias Alan alias Asaf (belakang kanan) dan Mugianto. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Samarinda - Pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene, Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, tergolong tindak pidana terorisme. Itu sebabnya, kasus ini ditangani Detasemen Khusus 88/Antiteror Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

    “Personel Densus sedang meluncur ke Samarinda untuk menangani kasusnya,” kata Kepala Kepolisian Resor Samarinda Komisaris Besar Setyobudi Dwi Putro pada hari ini, 13 November 2016. Polisi di daerah, akan membantu penyidikan J, tersangka pelaku pengeboman.

    Setyobudi menerangkan, personel Densus 88 akan menginterogasi tersangka J di kantor Polres Samarinda. J sebelumnya dikeroyok warga setelah melempar bom molotov ke area parkiran gereja. J dicokok ketika melarikan diri dengan menerjuni Sungai Mahakam, di seberang gereja. “Kami nantinya membantu penyidikan."

    Menurut informasi dari Mabes Polri, pelaku adalah Juhanda alias Jo, 32 tahun. Dia mantan narapidana kasus teror bom buku 2011 di Tangerang, bersama Pepi Fernando. 

    Baca:
    Enam Teroris Bom Buku Jalani Sidang Perdana Hari Ini 
    Buku Rumus Kimia Bom di Rumah Komplotan Pepi

    Setyobudi mengatakan, belum mengetahui motif tersangka melakukan pengeboman yang melukai lima jemaat Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda. Dia juga belum bisa memastikan J dari kelompok mana. “Semuanya masih dalam penyidikan polisi,” ujarnya.

    Ledakan bom molotov di Gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, terjadi sekitar pukul 10.10 Wita. Sebagian jemaat masih dalam gereja melaksanakan ibadah sedangkan sejumlah di antaranya berada di area parkiran kendaraan. Tiba-tiba ada seorang pria tidak dikenal mengenakan kaus dan celana hitam melemparkan satu jenis bom molotov. Bom ini langsung meledak serta melukai sejumlah korban. 

    Baca:
    Gereja Dibom di Samarinda, Begini Kronologisnya
    Polisi Tangkap Pelempar Bom Molotov di Gereja Samarinda

    Sesaat bom meledak, Setyobudi menuturkan, pelaku langsung melarikan diri dengan menerjuni Sungai Mahakam di seberang Gereja Oikumene. Warga sekitar lokasi kejadian menangkap serta memukuli pelaku sebelum menyerahkannya ke Polsek Samarinda Seberang.

    Polisi masih melakukan pendataan identitas korban yang sebanyak lima orang luka-luka. Korban luka luka langsung dilarikan ke Rumah Sakit Muis, Samarinda. Polisi saat ini sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan bom. polisi menduga bom bertipe daya ledak rendah ini adalah bom rakitan molotov.

    S.G. WIBISONO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dampak Screen Time pada Anak dan Cara Mengontrol

    Sekitar 87 persen anak-anak berada di depan layar digital melebihi durasi screen time yang dianjurkan.