Kasus Ahok, Polisi Periksa 10 Saksi Hari Ini  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat blusukan ke daerah Petojo. TEMPO/Larissa Huda

    Calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok saat blusukan ke daerah Petojo. TEMPO/Larissa Huda

    TEMPO.COJakarta - Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto mengatakan hari ini polisi menjadwalkan pemeriksaan terhadap sepuluh orang untuk pelaporan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang diduga menodai agama. "Dua saksi dan delapan ahli," kata Agus di Bareskrim Polri, Kamis, 10 November 2016.

    Saksi ahli terdiri atas ahli agama dan bahasa. "Penyidik mengharapkan hal-hal yang berkaitan dengan perkara. Saya tidak bisa sampaikan secara detail," ujar Agus. Hingga pukul 11.30, saksi yang hadir lima orang, di antaranya Buni Yani. "Kami akan gali selengkap-lengkapnya.”

    Pekan depan, ujar Agus, seluruh proses pemeriksaan dianggap tuntas dan penyidik akan menentukan status. Menurut dia, hingga kini, lebih dari 40 orang sudah diperiksa untuk laporan terhadap Ahok, termasuk Ahok.

    Ahok dilaporkan menodai Islam oleh beberapa kelompok masyarakat sejak 6 Oktober 2016. Mereka keberatan dengan perkataan Ahok yang menyebut Al-Quran surat Al-Maidah ayat 51 saat berbicara di depan warga Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Rekaman videonya tersebar di media sosial.

    "Jadi jangan percaya-percaya sama orang. Kan, bisa saja dalam hati kecil Bapak-Ibu enggak bisa pilih saya. Ya, kan? Dibohongi pakai surat Al-Maidah ayat 51," ucap Ahok dalam video itu. Surat Al-Maidah ayat 51 dalam Al-Quran berisi tentang ajakan agar orang Islam tidak memilih pemimpin yang berbeda agama.

    Ahok awalnya berbicara tentang program nelayan yang sudah diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Ia berjanji, meski tidak terpilih sebagai gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah 2017, program itu akan terus berlanjut. Dia pun meminta masyarakat tak khawatir.

    REZKI ALVIONITASARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.