Pusat Komando Plus Karaoke, Ridwan Kamil: Ditentukan Dewan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Walikota Bandung, Ridwan Kamil sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Ridwan Kamil mengatakan dengan bersepeda dapat lebih berempati dengan ekonomi jalanan dan juga dapat menyapa warga. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    Walikota Bandung, Ridwan Kamil sepedanya di ruang Bandung Command Centre, Balaikota Bandung, Jawa Barat, 12 April 2016. Ridwan Kamil mengatakan dengan bersepeda dapat lebih berempati dengan ekonomi jalanan dan juga dapat menyapa warga. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

    TEMPO.CO, Jakarta - Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengaku pernah meminta pembuatan ruang pusat komando dan bank data alias command centre di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung, seperti Bandung Command Centre yang ia bangun di Balai Kota Bandung.

    Namun Ridwan tak mengetahui teknis pembangunan ruangan di DPRD dan fasilitas karaoke yang ada di dalamnya serta fungsinya yang belum dijalankan. "Kalau command centre-nya, iya," kata Ridwan di Balai Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, 18 Oktober 2016.

    Ridwan mengaku sudah meminta DPRD Kota Bandung membuat command centre agar semua data dan sistem online yang sudah berjalan di Pemerintah Kota Bandung bisa terintegrasi serta terkawal oleh anggota Dewan.

    "Agar untuk mencari data-data di Pemerintah Kota Bandung tidak usah ke sini, dan di Dewan bisa diakses seperti halnya command centre kecamatan," ucapnya. "Jadi semua unit kerja di Pemkot Bandung harus punya command centre."

    Permintaan tersebut tidak bersifat memaksa. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, segala pemenuhan kebutuhan DPRD bukan kewenangan Pemkot Bandung.

    "Kalau urusan Dewan, kami tidak bisa ikut campur," ujarnya. "Kebutuhan Dewan ditentukan Dewan sendiri, dieksekusi tim Dewan sendiri. Ini dua dapur berbeda. Kami tidak pernah ikut campur terlalu teknis."

    Ridwan menuturkan tidak bisa mengawasi proyek-proyek pemenuhan kebutuhan DPRD. "Kebutuhan bentuknya jadi apa, kami tidak pernah ikutan. Jangan mempermasalahkan kebutuhannya, tapi dari kebutuhan itu jadi proyeknya apa."

    Baca: Ada Command Centre Berfasilitas Karaoke di DPRD Bandung

    Sebelumnya diberitakan, sebuah ruangan di DPRD Kota Bandung direnovasi. Kepala Bagian Umum Setwan DPRD Kota Bandung Jaja Nurjaman mengatakan ruangan itu hendak dijadikan command centre. Di dalam ruangan itu, terdapat fasilitas karaoke yang beberapa kali digunakan. Dinding putih ruang tersebut berupa busa, layaknya peredam suara.

    Persoalannya, fungsi ruang sebagai command centre justru tak berjalan. "Belum bisa berfungsi (sebagai pusat komando) karena baru perencanaan," ucapnya.

    Penggunaan ruangan itu sebagai command centre yang dilengkapi peranti karaoke ternyata juga belum diketahui Badan Anggaran DPRD Kota Bandung. Ketua Badan Anggaran DPRD Kota Bandung Tomtom Dabbul Qomar mengaku sama sekali tak mengetahui ada pusat komando yang bisa difungsikan sebagai ruang karaoke di gedung DPRD Kota Bandung.

    “Saya tidak tahu,” ujar Tomtom. “Di sini mah enggak ada command centre, adanya di Balai Kota.”

    PUTRA PRIMA PERDANA



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.