Kapal Bea Cukai Teluk Nibung Diserang, 7 Petugas Terluka  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • ANTARA/Muhammad Iqbal

    ANTARA/Muhammad Iqbal

    TEMPO.CO, Medan - Kapal Patroli Bea Cukai BC1508 dan BC15035 diserang orang tak dikenal di Perairan Kuala Asahan sekitar Lampu Putih, Perairan Teluk Nibung, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Tujuh petugas terluka akibat diserang dengan bom molotov, petasan, obor, batu, dan potongan besi.

    Ketujuh petugas yang terluka personel Kapal BC 15035 Belawan, yakni Theo Zendranto, Roger, Ali, dan Asrul. Sedangkan dari Kapal BC 1508 Teluk Nibung, yakni Sefti, Andre, dan Sirus. Dua nama terakhir tenaga honorer Kapal Patroli BC 1508.

    Kepala Seksi Penindakan dan Pencegahan Bea Cukai Teluk Nibung Asahan Muhammad Firdaus mengatakan penyerangan yang dilakukan awak kapal motor tanpa nama terjadi kemarin malam. "Peristiwa penyerangan kedua kapal patroli Bea Cukai sekitar pukul 23.30 WIB," kata Firdaus kepada Tempo, Minggu malam, 16 Oktober 2016.

    Ketika itu, dua kapal tengah melakukan patroli laut rutin. Mereka memergoki satu kapal motor tanpa nama yang berlayar di Perairan Kuala Asahan. Kapal ini dikawal kapal lain yang memuat sekitar 50 orang.

    "Saat kapal patroli Bea Cukai meminta kapal tanpa nama menepi, tiba-tiba sekitar 50 orang dari satu kapal lain menyerang petugas kami. Bentrokan di laut pun tak terhindarkan," ujar Firdaus. Akibatnya tujuh petugas kapal BC luka-luka akibat lemparan batu dan benda keras lainnya.

    Kapal patroli BC 15035 rusak di bagian lambung dan kaca sebelah kanan pecah. Kapal tanpa nama tersebut berhasil lolos.

    Tak lama berselang, kedua kapal patroli Bea Cukai yang diserang itu berhasil menemukan dan mengamankan satu kapal lain bermuatan bawang selundupan dengan dua anak buah kapal bernama Ridwan dan Ucok. Keduanya Warga Tanjung Balai, Asahan.

    Kapal tangkapan itu, sambung Firdaus, sedang ditarik oleh dua kapal patroli Bea Cukai ke Belawan. Diperkirakan Minggu malam akan berlabuh di Belawan. "Selanjutnya, akan dilakukan penindakan hukum," tutur Firdaus.

    Firdaus menjelaskan, pihaknya menduga muatan di kapal tanpa nama yang melarikan diri adalah barang-barang ilegal. "Kami menduga kapal tanpa nama yang berhasil lolos itu bermuatan ballpress atau pakaian bekas dari Malaysia dan diduga kuat juga membawa narkotika," tutur Firdaus.

    SAHAT SIMATUPANG


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jejak Ahok, dari DPRD Belitung hingga Gubernur DKI Jakarta

    Karier Ahok bersinar lagi. Meski tidak menduduki jabatan eksekutif, ia akan menempati posisi strategis: komisaris utama Pertamina.