Ini Pemicu Kesenjangan Ekonomi di Indonesia

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Demokrasi politik yang berkembang masih prosedural, belum substansial.

    Demokrasi politik yang berkembang masih prosedural, belum substansial.

    INFO MPR - Ketua MPR Zulkifli Hasan mengatakan demokrasi seperti sekeping mata uang yang mempunyai sisi politik dan ekonomi.

    “Dua sisi itu harus berjalan beriringan,” ujarnya di hadapan puluhan anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Senin, 10 Oktober 2016.

    Menurut Zulkifli, dalam 18 tahun perjalanan reformasi, bangsa ini dari segi politik mengalami kemajuan yang luar biasa. Adanya kebebasan berpendapat, juga memiliki hak memilih dan dipilih yang sama. “Sekarang, siapa saja bisa jadi apa saja,” ucapnya.

    Meski demokrasi di bidang politik maju, Zulkifli mengakui bahwa dalam demokrasi bidang ekonomi, keadaan yang terjadi malah sebaliknya. Saat ini banyak terjadi kesenjangan sosial. Jarak kekayaan antar-orang lebar sekali. Demikian pula perbedaan pembangunan antara Jawa dan luar Jawa. “Hanya segelintir orang saja saat ini yang menguasai kekayaan modal dan alam,” tuturnya.

    Zulkifli mengatakan salah satu faktor yang menyebabkan terjadinya kesenjangan ekonomi adalah adanya perselingkuhan antara partai politik dan penyandang dana. “Nilai rakyat ditukar dengan nilai yang murah,” katanya.

    Bila kesenjangan ini dibiarkan, menurut dia, akan melahirkan kerawanan sosial yang bisa melahirkan ongkos sosial yang tinggi. “Inilah yang perlu kita pikirkan. Demokrasi politik yang berkembang masih prosedural, belum substansial,” ujarnya. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.