Minggu, 22 September 2019

Hari Ini, Bogor Bakal Diguyur Hujan Lebat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Keadaan bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, 28 Februari 2016. Intensitas hujan tinggi  yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor dan sekitar sejak dini hari membuat tinggi muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa mengalami peningkatan dan mencapai titik 90 cm atau siaga 3. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

    Keadaan bendungan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, 28 Februari 2016. Intensitas hujan tinggi yang mengguyur kawasan Puncak, Bogor dan sekitar sejak dini hari membuat tinggi muka air Sungai Ciliwung di Bendung Katulampa mengalami peningkatan dan mencapai titik 90 cm atau siaga 3. ANTARAFOTO/Yulius Satria Wijaya

    TEMPO.CO, Bogor - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini waspada cuaca hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang terjadi di wilayah Bogor, Jawa Barat, Jumat, 30 September 2016.

    BMKG menyebutkan masih terjadi hujan dengan intensitas sedang sampai lebat disertai kilat/petir yang diprediksi terjadi pada pukul 05.30 WIB sampai pukul 07.00 WIB.

    Hujan diprediksi meluas sampai Kota Bogor, Ciawi, Cisarua, Babakan Madang, Sukamakmur, Caringin, Cijeruk, Cigombong, Tenjolaya, Ciomas, Caringin Sukaraja, dan sekitarnya.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor meningkatkan kewaspadaan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana pada musim penghujan mengantisipasi tingkat kerusakan dan timbulnya korban jiwa.

    "Penanggulangan bencana harus menjadi komitmen bersama. Berdasarkan topografi dan kondisi geografis Kabupaten Bogor merupakan daerah rawan bencana di Provinsi Jawa Barat," kata Kepala Seksi Penanggulangan BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo.

    Menurut Budi, tingkat kerawanan bencana di Kabupaten Bogor berada diperingkat kelima di Jawa Barat. Bencana yang kerap terjadi seperti tanah longsor, banjir, dan kebakaran.

    "Kondisi ini memerlukan penanganan bencana yang lebih baik dan terintegrasi, terutama upaya untuk mengedukasi masyarakat agar mampu mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi bencana," katanya.

    Budi mengatakan Pemerintah Kabupaten Bogor telah menggelar rapat koordinasi penanggulangan bencana.

    Rapat koordinasi merupakan salah satu upaya untuk menghimpun berbagai prasaran dan rancangan kinerja, baik dalam rangka menjamin harmonisasi peraturan terkait dengan pelaksanaan tugas serta fungsi penanggulangan bencana.

    Selain itu, dalam rangka mengembangkan paradigma penanggulangan bencana dari tanggap darurat menjadi pencegahan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

    "Paradigma penanggulangan bencana harus bergeser dari reaktif menjadi proaktif, sehingga semua kalangan dituntut untuk mampu melakukan upaya pengurangan risiko bencana dengan didukung semua pihak," ujar Budi.

    Menurut Budi, upaya penanggulangan bencana sudah harus ditingkatkan, berdasarkan prediksi BMKG yang menyatakan musim hujan sudah mulai tampak terjadi di beberapa wilayah Kabupaten Bogor.

    Terkait dengan kesiap-sediaan peralatan dan personel, lanjut Budi, BPBD Kabupaten Bogor memiliki personel terdiri atas 50 anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dan 139 anggota pemadam kebakaran. Juga dua unit ambulans, mobil pemadam kebakaran, dan kendaraan patroli.

    "Untuk peralatan setiap item kita punya, tetapi jumlahnya belum memadai, seperti mobil lapangan saat ini baru ada tiga, idealnya kita butuh tujuh unit, mengingat luas wilayah Kabupaten Bogor, serta medan di lapangan, dan aksesnya," kata Budi.

    Peralatan lainnya yang dibutuhkan adalah sepeda motor untuk anggota BPBD yang saat ini baru tersedia lima unit, idealnya butuh 20 unit.

    Kebutuhan peralatan tersebut karena akses lokasi bencana berada di daerah terpencil yang tidak bisa diakses dengan kendaraan roda empat.

    "Kami juga memperkuat komunikasi di wilayah dengan seluruh camat dan lurah dan relawan penanggulangan bencana," ucap Budi.

    Di sisi lain, Budi melanjutkan, masyarakat tetap waspada, kenali lingkungan dan memahami potensi bencana yang akan datang serta kalau hujan lebih dari satu jam sebaiknya berada di ketinggian dan melakukan evakuasi mandiri.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.