Saat Ditangkap Pembunuh Ini Malah Ngajak Foto Selfie

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    Ilustrasi pembunuhan menggunakan senjata tajam. Tempo/Indra Fauzi

    TEMPO.CO, Bima - Personel gabungan Polres Bima Kota dan Polres Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat menembak seorang pelaku pembunuhan disertai mutilasi, Kamis dinihari sekitar pukul 01.50, 29 September 2016. Pria itu sempat berfoto selfie usai diterjang timah panas polisi sebanyak empat kali.

    Pria itu bernama Munawar Munir, 28 tahun, warga RT 07/02 Kelurahan Nae Kota, Bima. "Diduga pelaku pembunuhan disertai mutilasi,’’ kata Kepala Bagian Reserse dan Kriminal Kepoilisian Resor Kota Bima, Ajun Komisaris Antonius F. Gea, kepada wartawan, Kamis, 29 September 2016. Hingga kini

    "Petugas menembaknya karena berusaha kabur saat ingin menunjukan lokasi pembunuhan," kata dia. "Pelaku mengakui perbuatan itu dilakukan sendiri di rumah kosong lingkungan Kedo, Kelurahan Jatiwangi," kata Antonius. Polisi masih akan mengembangkan penyidikan perihal dugaan keterlibatan orang lain dalam kasus ini.

    Munawar diduga membunuh Husein Landa, 42 tahun. Mayat tukang ojek itu ditemukan terpotong-potong di dekat kolam renang Bima Tirta, Jalan Pantai Ule, Kota Bima

    Penyergapan itu berlangsung di Desa Teke, Kecamatan Palibelo, saat pelaku sedang berada di rumah istrinya. "Saat ini pelaku menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara saat penyergapan berjalan lancar," kata Antonius.

    Ia ditangkap di dalam gubuk yang berada di dalam hutan. Di sanalah lokasi tempat pelaku bersembunyi sampai kemudian ditangkap. "Tapi pas tim buser menangkapnya, dia malah minta difoto selfie," katanya.

    Baca juga:

    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Bikin Ahok Kalah
    Diminta Ibas Mundur, Ruhut: Demokrat Partai Terakhirku

    Dari operasi perburuan yang juga melibatkan personel Polda Nusa Tengara Barat tersebut, petugas mengamankan barang bukti berupa, satu unit sepeda motor Honda Beat warna merah, handphone, dan pakaian.

    Operasi perburuan pelaku pembunuhan disertai mutilasi itu, kata Antonius, bermula dari adanya informasi yang diterima Polres Bima Kota terkait keberadaan pelaku yang sudah membawa kabur sebuah sepeda motor beat warna merah milik korban. Sehari sebelum penangkapan itu terjadi, lanjutnya, Polres Bima menerima informasi bahwa motor korban berada di sungai Padolo dalam kondisi tercebur.

    Mendapat informasi tersebut Polres Bima Kota, lanjut dia, langsung berkoordinasi dengan Polres Kabupaten dan selanjutnya membentuk tim gabungan yang berjumlah puluhan personel.

    Potongan tubuh manusia ditemukan di dekat kolam renang Bima Tirta, Jalan Pantai Ule, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, hari ini. Mayat tersebut diduga sebagai korban mutilasi.
    "Potongan tubuh seorang lelaki ditemukan pertama kali sekitar pukul 19.00 Wita, Selasa, 27 September 2016, di dekat lokasi pemandian umum Bima Tirta," ujar Kepala Kepolisian Resor Kota Bima Ajun Komisaris Besar Ahmad Nurman Ismail, Rabu, 28 September 2016.

    AKHYAR M NUR

    Baca juga:

    Pilkada DKI: Awas, Tiga Jebakan Ini Bisa Bikin Ahok Kalah
    Diminta Ibas Mundur, Ruhut: Demokrat Partai Terakhirku


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rincian Pasal-Pasal yang Diduga Bermasalah di Revisi UU KPK

    Banyak pasal dalam perubahan kedua Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi, atau Revisi UU KPK, yang disahkan DPR, berpotensi melemahkan KPK.