Wiranto: Indonesia Sangat Serius Tanggulangi Kebakaran Hutan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 9 September 2016.TEMPO/Subekti

    Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Lingkungan dan Kehutanan Siti Nurbaya saat menghadiri Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, 9 September 2016.TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta--Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto mengatakan Indonesia sangat serius menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Keseriusan itu ditandai dengan menurunnya titik api dibanding tahun sebelumnya.

    "Saya bisa menjamin bahwa Indonesia sangat prihatin, dan Indonesia tidak tinggal diam menanggulangi kebakaran hutan," kata Wiranto, Sabtu, 17 September 2016, saat menjadi pembicara dalam acara konferensi kebijakan luar negeri Indonesia, di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan.

    Di acara yang dihadiri mantan diplomat Indonesia, diplomat asing, dan mayoritas mahasiswa itu, Wiranto menyatakan Indonesia punya rencana dan kegiatan yang diaplikasikan sangat serius menghadapi kebakaran hutan.

    Buktinya, kata dia, titik-titik api pada tahun ini sangat berkurang. Pada 2015 titik api ribuan, tahun ini tinggal ratusan. "Artinya, ada suatu penanggulangan pencegahan yang luar biasa," kata Wiranto.

    Pencegahan itu diantaranya membangun embung, kanal-kanal, maupun pompa air yang jumlahnya ribuan. Penanggulangan juga dilakukan dengan mengerahkan aparat TNI, Polri, maupun lembaga swadaya masyarakat di bidang lingkungan hidup untuk menanggulangi titik-titik api.

    Ini dilakukan, ujar Wiranto, agar api tidak membesar dan menimbulkan asap yang luar biasa. "Titik api  sekcil apapun langsung dipadamkan dengan segala cara, apakah dengan bom air, apakah pasukan-pasukan darat," kata Wiranto.

    Dia menegaskan Indonesia paham kebakaran hutan  mengganggu kesehatan dan keselamatan, bukan cuma untuk warga lokal tapi juga negeri tetangga. Ini disebabkan kebakaran hutan menghasilkan karbon dalam jumlah yang sangat besar, sehingga mengganggu masyarakat. "Kami bersyukur titik api pada tahun ini semakin berkurang," kata Wiranto.

    Selain membicarakan soal kebakaran hutan dan lahan, Wiranto juga memaparkan kebijakan politik luar negeri Indonesia atas beberapa isu lain, yaitu posisi Indonesia di ASEAN, konflik Laut Cina Selatan, terorisme, dan kasus perompakan.

    Konferensi kebijakan luar negeri ini digelar oleh Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI). Organisasi ini didirikan pada 2014 oleh mantan duta besar Indonesia untuk Amerika Serikat Dino Patti Djalal. FPCI mempunyai misi mempromosikan dan mempertajam internasionalisme positif Indonesia pada bangsa dan dunia.

    AMIRULLAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Poin Revisi UU KPK yang Disahkan DPR

    Tempo mencatat tujuh poin yang disepakati dalam rapat Revisi Undang-undang Nomor 30 tahun 2002 atau Revisi UU KPK pada 17 September 2019.