Atasi Gizi Buruk, Bandung Luncurkan Ojek Makanan Balita

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita bingung pilih makanan. shutterstock.com

    Ilustrasi wanita bingung pilih makanan. shutterstock.com

    TEMPO.CO, Bandung - Gizi buruk sempat menghantui Kelurahan Cisaranten Kidul, Kecamatan Gedebage. Untuk mengatasinya, sekelompok warga akhirnya membentuk Komite Kesehatan Cisaranten Kidul dan kemudian membuat program bernama Cooking Center Omaba (Ojek Makanan balita) dan Pos Gizi SEHATI. Program ini mendapat bantuan dari Pertamina.

    "Kegiatan ini awalnya timbul pada tahun 2012. Waktu itu tercatat ada 23 kasus balita gizi buruk dan kami tergerak untuk bisa mengatasi masalah ini," ujar Ketua Komite Kesehatan Cisaranten Kidul Vita Vinera Wijaya saat ditemui seusai peresmian Omaba di Gedung Serbaguna RW 11, Kelurahan Cisaranten Kidul, Selasa, 6 September 2016.

    Lebih lanjut Vita menjelaskan, Omaba adalah program pengembangan dari Pos Gizi Sehat Ibu dan Anak Tercinta (SEHATI) yang merupakan bantuan dari PT Pertamina melalui dana CSR. Program penanggulangan gizi buruk ini dikembangkan pada tahun 2013 dengan mendirikan Dapur Omaba (cooking centre). Awalnya, dapur yang dibuat untuk memastikan makanan balita adalah makanan sehat hanya memanfaatkan dapur sederhana di rumah warga.

    "Di sini kita mengolah masakan sendiri tentunya yang bergizi sebagai kebutuhan utama balita. Karena kalau memberi susu formula itu malah dijual lagi ke warung," aku Vita.

    Pada saat awal didirikan, lanjut Vita, setiap hari selama tiga bulan Omaba melakukan pengiriman makanan jadi yang diolah melalui cooking centre kepada warga yang terdata balitanya menderita gizi buruk. Rata-rata yang menderita gizi buruk pada waktu itu merupakan keluarga miskin.

    Setiap pukul 08.00 WIB, tim Omaba bergerak mengantarkan makanan ke rumah-rumah warga miskin yang memiliki balita kekurangan gizi. Satu hari, balita mendapat dua porsi makanan. Tidak hanya mendistribusikan makanan jadi, Vita mengatakan pihaknya melakukan pemantauan secara khusus bekerjasama dengan puskesmas setempat.

    "Alhamdulillah sekarang di sini sudah tidak ada lagi yang menderita gizi buruk. Tinggal pemulihan, tetap dipantau makanannya oleh kita," ungkapnya.

    Sementara itu Area Manager CSR dan SMEPP JBB Pertamina Sri Marjurias mengatakan, Pertamina memberikan bantuan berupa sarana Dapur Omaba untuk mengatasi permasalahan kesehatan termasuk gizi buruk. Selain itu, Pertamina juga membantu pengadaan motor Omaba yang digunakan untuk mengantar makanan sehat jadi ke warga miskin yang memiliki balita penderita gizi buruk.

    "Sebagai BUMN, Pertamina tidak hanya fokus pada keuntungan. Tapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya. Kami berharap bantuan Dapur Omaba ini bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin serta dirawat bersama-sama," ucapnya.

    Lantaran penderita gizi buruk di daerah tersebut sudah tidak ada, makanan sehat olahan yang dibuat oleh Komite Kesehatan Cisaranten Kidul kini sudah resmi dijual di beberapa Bright Store yang merupakan swalayan dan sektor bisnis sampingan Pertamina.

    Di tempat yang sama, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengapresiasi kesuksesan Omaba memberantas gizi buruk di wilayah Cisaranten Kidul. Menurut dia, Omaba yang sempat mendapat penghargaan dari Wakil Presiden Jusuf Kalla diminta untuk mengisi pameran inovasi pelayanan publik di Amerika Serikat mewakili Indonesia.

    "Jadi Pemkot Bandung ikut berbahagia dan akan memperbesar skala layanan yang tadinya inisiatif warga di Gedebage menjadi merata di seluruh Bandung. Saya minta dukungan Pertamina dan APBD agar success story menghilangkan gizi buruk dari 20-an menjadi nol bisa hadir di kecamatan se-Kota Bandung," tandasnya.

    PUTRA PRIMA PERDANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.