Polri Geledah Lima Pabrik Obat Ilegal di Banten

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Barang bukti penemuan tim gabungan Badan POM dengan Bareskrim POLRI saat acara keterangan pers di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 6 September 2016. Tim gabungan menemukan 5 gudang obat ilegal di Balaraja, Banten senilai lebih dari 30 miliar rupiah. TEMPO/Subekti.

    Barang bukti penemuan tim gabungan Badan POM dengan Bareskrim POLRI saat acara keterangan pers di Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 6 September 2016. Tim gabungan menemukan 5 gudang obat ilegal di Balaraja, Banten senilai lebih dari 30 miliar rupiah. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.COJakarta - Direktur Tindak Pidana Tertentu Badan Reserse Kriminal Markas Besar Polri Brigadir Jenderal Purwadi Arianto mengatakan belum ada tersangka dalam penggeledahan lima gudang berisi obat ilegal di Balaraja, Tangerang, Banten. Kepolisian baru memeriksa 15 saksi dalam penemuan obat ilegal ini.

    "Tersangka belum ada, masih dalam proses penyelidikan," kata Purwadi di kantor Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 6 September 2016. Pada Jumat, 2 September 2016, tim kepolisian bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan menggeledah lima gudang di Kompleks Pergudangan Surya Balaraja, Banten.

    Kepala BPOM Penny K. Lukito mengatakan, dalam penggeledahan tersebut, tim menemukan obat ilegal yang kerap digunakan dan menghasilkan efek halusinasi. Contohnya, Trihexiphenidyl dan Heximer, yang juga obat parkinson. Selain itu, ada Tramadol, obat antinyeri. "Ini, jika disalahgunakan, sering menimbulkan halusinasi," tuturnya.

    BacaPenjualan Obat Ilegal Online Masih Marak

    Penny mengatakan timnya menemukan Carnophen dan Somadryl. Keduanya adalah obat antinyeri yang berpandangan bahan aktif Carisoprodol. BPOM, kata dia, telah mencabut izin peredaran obat-obat tersebut. Beberapa obat lain yang ditemukan adalah Dextromethorphan (sejenis obat antitusif) dan Sildenafil Sitrat (kerap digunakan sebagai obat kuat).

    Wakil Kepala Bareskrim Inspektur Jenderal Antam Novambar menyatakan operasi ini adalah hasil pemeriksaan sejak delapan bulan lalu. Sumbernya dari informasi penggunaan obat ilegal yang memicu tindak kriminal di beberapa daerah. Ia menduga obat ini disebar ke seluruh wilayah Indonesia. "Kami masih akan kembangkan dan perdalam," katanya.

    Penny mengklaim temuan ini berskala besar. Ia berharap masyarakat cerdas dalam memilih obat yang dikonsumsi dengan mengecek izin edarnya dan membeli di gerai resmi. "Pastikan kemasan dalam kondisi baik, memiliki izin edar, dan tidak memiliki masa kedaluwarsa," ujarnya.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kerusuhan Manokwari, Bermula dari Malang Menjalar ke Sorong

    Pada 19 Agustus 2019, insiden Kerusuhan Manokwari menjalar ke Sorong. Berikut kilas balik insiden di Manokwari yang bermula dari Malang itu.