Infrastruktur Cermin Kesejahteraan Sulawesi Barat

Oleh:
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Capaian 90 persen visi misi terealisasi menjadi modal penting tumbuh kembangnya perekonomian di Sulawesi Barat.

    Capaian 90 persen visi misi terealisasi menjadi modal penting tumbuh kembangnya perekonomian di Sulawesi Barat.

    INFO NASIONAL - Sepuluh tahun sudah tongkat jabatan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) dipegang Anwar Adnan Shaleh. Sempat berpredikat sebagai provinsi tertinggal, saat ini Sulbar menjelma sebagai salah satu provinsi yang memiliki tingkat rasio pembangunan cukup tinggi di Indonesia. Pembangunan dinilai Anwar adalah cerminan kesejahteraan.

    “Setelah sepuluh tahun kami sudah keluar dari ketertinggalan, keterbelakangan, angka kemiskinan juga sudah berkurang dari sekitar 30 persen, sekarang di angka 11 persen. Hampir rata-rata setiap tahun angka kemiskinan bisa turun di atas 1 persen. Kami dongkrak pertumbuhan ekonomi di Sulbar, bahkan Sulbar sempat menjadi provinsi yang pertumbuhan ekonominya tertinggi dari 33 provinsi,” ujarnya.

    Pembangunan infrastruktur jalan merupakan prasarana angkutan darat yang dinilai penting untuk memperlancar kegiatan perekonomian. Usaha pembangunan yang makin meningkat menuntut adanya transportasi untuk menunjang mobilitas penduduk dan kelancaran distribusi barang dari dan ke daerah lain. Sulbar memiliki 6.898,17 kilometer jalan pada 2014 yang terdiri dari 763,17 kilometer jalan negara, 595,19 kilometer jalan provinsi, dan 5.539,81 kilometer jalan kabupaten/kota.

    Selain itu, terdapat dua bandara yang mendukung keterbukaan akses. Bandara Tampa Padang di Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju memiliki ukuran landasan pacu 2.500 x 45 meter dan jarak dari Kota Mamuju sekitar 27 kilometer. Terdapat dua taxiway dan terminal yang dapat menampung 300-500 penumpang dan dapat didarati jenis pesawat Boeing.

    Kemudian Bandara Sumarorong di Kabupaten Mamasa berukuran landasan pacu 1300 x 30 meter berjarak dari Kota Mamasa kurang lebih sekitar 40 kilometer. Bandar udara ini baru bisa didarati pesawat jenis perintis 3 kali seminggu. Keberadaan dua bandara ini akan sangat berpengaruh dalam membuka keterisolasian serta mendukung tingkat perekonomian di Sulbar. Kemudahan akses berpotensi lebih banyak bagi pariwisata.

    Sektor infrastruktur pendukung seperti pelabuhan berskala internasional juga direalisasikan. Pelabuhan Belang-Belang di Mamuju dengan tiga dermaga berkapasitas 3000 ton akan aktif pada 2017. Belang-Belang memiliki dua gudang penampungan barang dengan luas lima hektare. Selain itu, jembatan baru di Kabupaten Mamuju yaitu Jembatan Bolong dilalui Trans Sulawesi memperlancar lalu lintas.

    Guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pembangunan Universitas Sulawesi Barat (UNSULBAR) di daerah Majene diharapkan bisa menghasilkan SDM yang berkualitas. Saat ini sudah terdapat lima fakultas yang terdapat di UNSULBAR, dan ke depan nantinya akan terus ditambah. “Oleh karena itu kami mendirikan perguruan tinggi negeri dan nantinya program studinya akan terus ditambah dan dikembangkan tahun depan,” ujar Anwar.

    Memiliki masyarakat yang sehat menurut Anwar juga penting dalam proses kesejahteraan suatu daerah. Rumah sakit sesuai kebutuhan rakyat Sulbar pun telah dibangun dengan fasilitas sekitar 200 kamar dan 40 di antaranya untuk masyarakat yang kurang mampu. (*)


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Mengering di Sana-sini

    Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mengeluarkan peringatan dini bahaya kekeringan untuk wilayah Provinsi Banten dan Provinsi DKI Jakarta.