Tim Pencari Fakta Freddy Budiman Ungkap Temuan Bulan Depan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota tim pencari fakta gabungan Hendardi (kiri), Komisaris Jenderal Dwi Prayitno, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, dan Effendi Gazali memberi keterangan pers seputar kerja timnya untuk mencari fakta dari pernyataan Freddy Budiman melalui Haris Azhar, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, 11 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    Anggota tim pencari fakta gabungan Hendardi (kiri), Komisaris Jenderal Dwi Prayitno, Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar, dan Effendi Gazali memberi keterangan pers seputar kerja timnya untuk mencari fakta dari pernyataan Freddy Budiman melalui Haris Azhar, di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta, 11 Agustus 2016. Tempo/Rezki A.

    TEMPO.COPadang - Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Boy Rafli Amar mengatakan hasil temuan tim pencari fakta untuk mengungkap kebenaran pernyataan Freddy Budiman melalui Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan Haris Azhar akan segera disampaikan kepada masyarakat. Boy memperkirakan temuan disampaikan satu bulan setelah tim dibentuk, yaitu awal September 2016. 

    "Kemungkinan minggu pertama September. Seperti apa, (Freddy) jumpai siapa, dan di mana," ujarnya di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin, 29 Agustus 2016. Menurut Boy, tim sudah mengunjungi sejumlah lembaga pemasyarakatan, seperti Nusakambangan, Salemba, Gunung dan Sitoli. Selain itu, tim menemui penasihat hukum Freddy. Hal-hal yang ditemukan dari pembicaraan itu akan disampaikan ke publik.

    Menurut Boy, Polri mempercayai adanya pertemuan antara Freddy dan Haris Azhar di salah satu ruangan di Nusakambangan pada 2014. Namun yang menjadi fokus tim investigasi adalah membuktikan kebenaran ucapan Freddy yang disampaikan Haris karena menyangkut Polri, BNN, dan TNI. "Kendala di lapangan, kasusnya sudah dua tahun yang lalu dan tidak ada fakta pendukung," ujarnya.

    Sebelumnya, Haris mengunggah tulisan di akun Facebook miliknya pada 28 Juli 2016 terkait pengakuan Freddy Budiman saat mereka bertemu di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan, Jawa Tengah pada 2014. Menurut Haris, Freddy menceritakan cara menyelundupkan narkoba ke Indonesia dengan bantuan petugas.

    Selain itu, Freddy mengaku menyetor upeti miliaran rupiah kepada pejabat Badan Narkotika Nasional dan Polri. Freddy ditembak mati pada Jumat dinihari, 29 Juli lalu, empat jam setelah Haris menerbitkan tulisan itu.

    ANDRI EL FARUQI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.