Gatot Brajamusti Ditangkap, di Tempat Ini Narkoba Disimpan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua PARFI, Gatot Brajamusti ditangkap bersama wanita yang diketahui istri ketiganya saat sedang pesta sabu di hotel di Mataram, NTB. Instagram.com

    Ketua PARFI, Gatot Brajamusti ditangkap bersama wanita yang diketahui istri ketiganya saat sedang pesta sabu di hotel di Mataram, NTB. Instagram.com

    TEMPO.COMataram - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat Ajun Komisaris Besar Tri Budi Pangastuti mengakui bahwa Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti alias Aa Gatot dipergoki membawa barang terlarang berupa sabu-sabu. "Gatot menyimpan barang bukti di kantong celana dan Dewi Aminah di dalam tas," kata Tri Budi kepada Tempo, Senin, 29 Agustus 2016.

    Menurut Tri Budi Pangastuti, Gatot dan istrinya, Dewi Aminah, ditangkap di kamar suite nomor 1100, Hotel Golden Tulip, yang terletak di lantai 11. Golden Tulip berada di pinggir utara sebelah timur Kota Mataram. Ketika digerebek, keduanya sedang bersama lima orang lainnya. "Mereka bertujuh, tapi yang ditemukan memiliki barang bukti hanya Gatot dan Dewi," ujar Tri Budi Pangastuti.

    Baca: Lagi Nyabu, Aa Gatot Brajamusti Ditangkap di Mataram

    Penangkapan Gatot dan Dewi dilakukan tim gabungan kepolisian pada Minggu, 28 Agustus 2016, pukul 23.00 waktu Indonesia tengah. "Hari ini sudah dilakukan tes urine. Belum diperoleh hasilnya," ucap Tri Budi Pangastuti. Sekarang, menurut Tri Budi, berkas keduanya masih ditangani Kepolisian Resor Mataram.

    Penggerebekan Gatot dan Dewi ini dilakukan Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Mataram, Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Lobar, bersama Tim Satuan Tugas Gabungan Mabes Polri.

    Baca: Barang Aa Gatot Disita: dari Vibrator hingga Pistol

    Kepolisian Daerah NTB, seperti dikatakan Tri Budi Pangastuti, ingin menuntaskan perkara ini agar Nusa Tenggara Barat, yang merupakan daerah wisata, tidak dinilai sebagai daerah yang mudah mendapat narkoba. "Kami konsen agar tidak dianggap gampangan sebagai daerah untuk pemakaian narkoba," tuturnya.

    SUPRIYANTHO KHAFID

    Baca Juga
    3 Kali Ditangkap, Imam S. Arifin Diduga Pengedar Narkoba
    Teror Penembak Misterius, Warga Dompu Diminta Waspada



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.