AJI Berikan Tiga Penghargaan dalam Perayaan HUT

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah atribut aksi peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Fredom Day 2016 di alun-alun tugu Malang, Jawa Timur, 3 Mei 2016. Sejumlah aliansi jurnalis turut berpartisipasi dalam aksi ini, yaitu Jurnalis Malang Raya dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Malang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    Sejumlah atribut aksi peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia atau World Press Fredom Day 2016 di alun-alun tugu Malang, Jawa Timur, 3 Mei 2016. Sejumlah aliansi jurnalis turut berpartisipasi dalam aksi ini, yaitu Jurnalis Malang Raya dari Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Pewarta Foto Indonesia (PFI) dan Perhimpunan Pers Mahasiswa Malang. TEMPO/Aris Novia Hidayat

    TEMPO.COJakarta - Aliansi Jurnalis Independen (AJI) kembali memberikan penghargaan Tasrif Award, Udin Award, dan SK Trimurti Award.

    "Sesuai dengan spirit kebebasan berekspresi," ujar anggota panitia HUT AJI, A.B. Kurniawan, dalam rilis yang diterima Tempo, pada Sabtu, 27 Agustus 2016.

    Penghargaan Tasrif Award diberikan kepada pejuang kebebasan berekspresi serta mereka yang tidak lelah mencari dan menegakkan keadilan. Sedangkan SK Trimurti Award diberikan kepada seorang aktivis pemberdayaan perempuan yang gigih memperjuangkan hak buruh lewat media.

    Selain itu, AJI akan menyelenggarakan Festival Media kelima di Pekanbaru, Riau. Tujuan acara ini adalah membangun literasi media kepada masyarakat dan meningkatkan kapasitas jurnalis terkait dengan isu media terbaru. Dalam acara tersebut nantinya akan ada sekitar 70 pameran media, 14 workshop, dan diskusi perihal isu jurnalisme.

    Acara itu akan diselenggarakan pada 14-15 November mendatang. Acara ini juga akan dilengkapi pameran foto, pemutaran film jurnalistik, serta kompetisi media kampus dan blogger.

    ODELIA SINAGA 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.